Kelana Kota
17 Mei 2012, 14:38:57| Laporan J. Totok Sumarno
Kekaguman Pada Seniman Maori Dituangkan Diatas Kanvas
suarasurabaya.net| Satu diantara 16 lukisan karya Agus Koecink yang dipamerkan dalam Paris et Moi membuka festival Le Primptemps Francais 2012 di galeri AJBS Surabaya, adalah kekagumannya pada seniman berkebangsaan Maori.
Ditempatkan secara center, pas ditengah dengan akses pintu masuk menuju galeri AJBS Surabaya, lukisan berukuran 140cm x 180cm tersebut, seolah menyambut pengunjung yang masuk kedalam galeri menyaksikan pameran.
Didominasi warna kuning dan kelam, antara coklat dan hitam, karya Agus Koecink itu, merupakan satu diantara ekspresi kekagumannya pada George Nuku seniman asal New Zealand berkebangsaan Maori.
Pertemuannya dengan George Nuku saat melakukan perjalanan residensi di kota Rouen, Prancis, dan dari diskusinya dengan seniman yang wajah dan hampir sekujur tubuhnya dipenuhi tattoo tersebut melahirkan sebuah karya.
“George Nuku sampai saat ini terus berkesenian dan dengan wajah dan hampir seluruh tubuhnya dipenuhi tattoo, Nuku juga berjuang tentang sejarah leluhurnya sebagai bangsa Maori. Itu sangat luar biasa,” ungkap Agus Koecink pada suarasurabaya.net.
Lukisan kekaguman Agus Koecink pada sosok George Nuku memang berbeda jika dibandingkan dengan ke 15 lukisan lainnya karya Agus Koecink yang ditampilkan dalam Paris et Moi.
“Aku baru ngeh, kalau lukisan Mas Agus Koecink tersebut memang punya cerita. Dan ternyata semakin memperkuat makna dan isi dari lukisan itu sendiri. Berbeda dan penuh spirit, dibanding lukisan lainnya,” ujar Rani Anggraini penikmat lukisan yang ditemui suarasurabaya.net, kamis (17/5/2012) sedang berdiri didepan lukisan Agus Koecink itu.(tok)
Teks foto:
-Penikmat lukisan dihadapan karya Agus Koecink tentang George Nuku.
Foto: Totok suarasurabaya.net