Kelana Kota
15 Juli 2009, 17:48:01| Laporan Noer Soetantini
Universitas Bisa Percepat Keberhasilan Entrepreneur
suarasurabaya.net|
Banyak entrepreneur (wirausahawan) terjebak dengan waktu. Imbasnya, keberhasilan yang diraih rata-rata setelah lebih dari 10 tahun berusaha.
Padahal, seharusnya keberhasilan itu bisa dipercepat. Dan universitas bisa mengkondisikan untuk mempercepat keberhasilan itu. Demikian ungkap BO FISHBACK Vice President dari Ewing Marion Kuaffman Foundation dalam seminar “Aplikasi Pendidikan Entrepreneurship” di Universitas Ciputra Surabaya, Rabu (15/07).
Menurut BO, ada 3 hal yang bisa dilakukan universitas untuk mengkondisikan mahasiswanya. Pertama, melalui kurikulum Entrepreneurship Appreciated. “Mata kuliah ini diberikan pada tahun awal perkuliahan. Meski nantinya mahasiswa tidak ingin menjadi seorang wirausahawan, namun dia akan mengerti apa itu entrepreneurship dan cara menjadi seorang entrepreneur,”ujar BO.
Hal kedua, ungkap BO, universitas harus bisa menjadi agent of change. Ini dilakukan dengan cara memberikan kesempatan mahasiswa melihat beragam problema dunia luar. Karena dari sinilah akan muncul kesempatan menciptakan peluang baru.
Ketiga, BO menyebut, educated entrepreneurship mindset. Ia mencontohkan keberhasilan Stanford by Design dan universitas di Texas mendorong mahasiswanya untuk mendapatkan ide dan diaplikasikan dalam business plan secara nyata.
Para mahasiswa di Stanford by Design disuruh mengamati proses interaksi yang ada dalam sebuah rumah sakit selama 2 bulan. Kemudian mereka dimasukan dalam ruangan dan dikunci. Mereka baru keluar setelah menemukan 400 ide gila. Dari 400 ide tersebut dikerucutkan menjadi 3 ide terbaik. Ide dikaji dari sisi fisibilitasnya dan diterjemahkan dalam business plan.
“Sedangkan di Texas, 200 mahasiswa disuruh menjual produk dengan kualitas buruk ke masyarakat. Ini hal yang sulit karena kualitas produk jelek dan susah dijual. Namun yang bisa diambil adalah sebuah pembelajaran agar mahasiswa mengalami penolakan saat menjual produk. Dan para mahasiswa memiliki beragam alasan penolakan saat menjual produk,”paparnya.
JEANNIE AUGUSTINE Marketing & Admission Manager Universitas Ciputra menjelaskan seminar ini bagian kerjasama antara Kauffman Foundation, organisasi terbesar di dunia untuk entrepreneurship dengan Universitas Ciputra. Tujuannya, memperkuat kurikulum program Entrepreneurship yang nantinya dapat mencetak mahasiswa entrepreneur kelas dunia.
Sebelumnya, Universitas Ciputra telah mengirim 4 dosen di Kauffman Kansas City-Missouri USA. Kauffman Foundation, tambah JEANNIE, membantu masyarakat agar dapat mencapai kemandirian ekonomi dengan mengedepankan pencapaian akademis dan kesuksesan dalam ber-entrepreneur. (tin)
Teks foto :
- BO FISHBACK
Foto : TITIN suarasurabaya.net