SURABAYA: 23-33 °C (Berawan)
Jumat, 30/07/2010
Kurs USD 29/07/2010 19:00:54
jual: Rp 9.047,00 | Beli: Rp 8.957,00
Google suarasurabaya.net
userlogin:
Daftar Lupa Password?
Soerabaja Tempoe Doeloe

 

Gedung Lindeteves Stokvis 1913
    Topik terbaru :
  • Beking Resmi... [detil]
  • Menuju Lalu Lintas Yang Beradab... [detil]
  • Reply terbaru :
  • Sebaiknya Lain Kali Kalau Lagi Rapat Sekolah..bawa Digital Kamera Aja...ntar Di Publishkan Di
    Internet ..biar Pejabat Kita Pada Melek..inilah Pendidikan Indonesia Sesungguhnya... [detil]
  • Boss, Aku Lagi Nganggur Nih...coba Aja Aku Di Angkat Jadi Boss Nya Parkir Di Surabaya ..ntar Anda
    Anda Yang Jujur Dan Bermoral Baik Tak Kasih Wilayah Dech , Agar Warga Surabaya Yang Parkir Bisa Ada
    Ra... [detil]
  • Zainuddin, Surabaya Sebentar Lagi Kita Umat Muslim Akan Berjumpa Lagi Dengan Bulan Ramadhan. Mari Kita Persiapkan Diri K... [detil]
  • Ysbhakti, Surabaya Terima Kasih Bpk. Akbp Bahagia Dachi Plh Wakapolrestabes Sby Yang Menyatakan Perang Terhadap Penjamb... [detil]

Kampoeng Media
Alwari Kunjungi Kampoeng Media untuk Sosialisasi Dalam rangka sosialisasi pendirian Alwari (Aliansi Wartawan Radio Indonesia), Kamis (29/07), para pimpinan Alwari mengunjungi Kampoeng Media.
Sajian Kuliner
Sambal Maut Mak Yeye Ikan pari yang diasap, disajikan dengan sambal maut membuat banyak orang ketagihan.
Resensi Buku
Suara Surabaya Bukan Radio Keberadaan SS sangat fenomenal. SS pada titik awal contoh sukses industri radio. Buku Suara Surabaya Bukan Radio menuliskan semangat perjalanan itu.
Jaring Radio
Tahun 2010 Dishutbun Hijaukan 3.000 Ha Lahan Kritis Program Pemkab Bojonegoro untuk penuntasan lahan kritis terus berjalan, tahun ini sekitar 3.000 hektar lahan kembali dihijaukan.

  Search
Google
 
 

Kelana Kota

09 Februari 2010, 16:35:52| Laporan Agita Sukma Listyanti

ITS Rancang Rumah Tahan Gempa Berskala 8 SR

suarasurabaya.net| Menjawab kebutuhan wilayah Indonesia yang rawan gempa, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang rumah beton tahan gempa.

Ir. TAVIO, M.S., Ph.D Head of Laboratory of Concrete and Building Material Fakultas Teknik Sipil ITS mengatakan kebutuhan rumah atau gedung yang cepat huni pasca gempa sangat tinggi. Apalagi Indonesia merupakan daerah ring of fire karena adanya gunung berapi yang aktif dan secara geografis berada dekat dengan lempeng-lempeng aktif dan saling berhubungan.

Gempa di Aceh, Padang dan Yogyakarta yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa yang tidak sedikit. Rumah-rumah yang dibangun luluh-lantak dan langsung rata dengan tanah. Korban tewas tertimpa bangunan dan rumah. Padahal struktur bangunan dibuat sedemikian kuat namun ternyata tidak tahan dengan goncangan gempa.

“Di Padang, banyak rumah yang collapse (runtuh), rumah atau bangunan retak dan rusak. Rumah tidak tahan dengan goncangan gempa, akibatnya korban jiwa banyak,” kata TAVIO dalam konferensi pers, Selasa (09/02).

Atas dasar itulah, Research Group ITS yang diantaranya terdiri dari TAVIO, Prof. Ir. PRIYO SUPROBO, MS., Ph.D, mahasiswa S1 sampai S3 merancang rumah tahan gempa yang berbahan beton pracetak.

ITS sendiri sebenarnya sudah pernah merancang rumah tahan gempa yang berbahan kayu dan cepat bangun dengan waktu 9 jam. Namun, kayu lebih rentan terhadap kebakaran, perubahan cuaca, rayap, lapuk, dan air. Sedangkan beton cor setempat memakan waktu lebih lama dalam proses rekonstruksinya.

“Akhirnya kita rancang rumah berbahan beton menggunakan pracetak yang cepat bangun dan murah. Rumah ini juga green building system, artinya ramah lingkungan,” ujar TAVIO.

Kelebihan pracetakn adalah kekuatan terjamin atau lebih terkontrol karena dibuat dengan fabrikasi, waktu pelaksanaannya cepat, hemat biaya terutama jika diproduksi massal, lebih awet dan tahan lama.

TAVIO menambahkan rumah beton pracetak ini memiliki daktilitas (kemampuan struktur bangunan mempertahankan kekuatan dan kekakuan yang cukup) yang baik, kelenturan struktur dan tahan terhadap kerusakan. Sambungan antar kolom pracetak yang kuat bisa menahan goncangan gempa berskala 7-8 Skala Richter atau 0,3 gravitasi. Meski rusak tapi tidak sampai runtuh.

Targetnya, rumah pracetak ini sudah bisa diluncurkan pada 2011 seiring berakhirnya Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) dan Riset Strategi Nasional.(git/ipg)

Teks Foto :
- TAVIO menjelaskan beberapa jenis beton yang bisa digunakan untuk membangun rumah.
Foto : GITA suarasurabaya.net

Share on Facebook


 



 

Home | Radio Online | Radio On Demand | Video Streaming | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi |
Potret Kelana Kota | Peta Surabaya | Titik Nol | 27th Suara Surabaya | Oase Ramadhan | Opini | Konsultasi Kesehatan | SS Media | Faq | Kontak

 

© copyright suarasurabaya.net 2008, All Rights Reserved.