Kelana Kota
16 Mei 2009, 18:16:57| Laporan J. Totok Sumarno
Warga Stren JagirTempati Rumah Baru, Tapi Kehilangan Mata Pencaharian
suarasurabaya.net| Beberapa warga stren kali Jagir setelah digusur, ada yang langsung memilih tinggal di rumah susun (rusun) Randu. Meski tidak sampai menjadi gelandangan, Sabtu (16/05) mereka mengaku kehilangan mata pencaharian.
Satu diantara warga stren kali Jagir itu adalah SUNANDAR SUADI, 62 tahun. Sebelumnya, laki-laki asal Krian tersebut menempati sebuah bangunan diatas stren kali Jagir. Meski keterampilannya adalah sebagai pekerja bangunan, tetapi kepandaiannya merawat tanaman justru memberinya banyak pekerjaan.
“Diperumahan-perumahan dekat Jagir, saya biasanya jadi pembersih rumput taman, atau merawat aneka bunga dan tanaman milik warga disana. Sekarang pindah kerusun Randu, jelas saya kehilangan pelanggan. Nggak punya penghasilan lagi sekarang,” ujar SUNANDAR SUADI saat ditemui suarasurabaya.net.
Menempati satu diantara blok di rumah susun Randu Kelurahan Sidotopo Wetan Kecamatan Kenjeran, keseharian laki-laki dengan 3 cucu ini hanya menunggui rumah sambil sesekali membersihan rumah dan mengangkat air dari lantai dasar menuju lantai 3.
Tidak hanya SUNANDAR SUADI yang akhirnya kehilangan sumber penghasilan pasca penggusuran stren kali Jagir. RIDOI, 43 tahun, yang sebelumnya bekerja sebagai tukang bekled atau reparasi kursi dan sofa di Jl. Raya Jagir, kini menganggur dirusun Randu.
“Tempat kerja saya dibongkar. Pemiliknya balik kedesa. Memang kita dapat tempat tinggal baru, tapi terpaksa kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Kalau mungkin ada pekerjaan yang sesuai keahlian, saya bersedia diajak kerja.Sekarang nganggur,” ujar RIDOI.
Sekurangnya 17 unit rusun Randu, tepatnya di blok F, sampai Sabtu (16/05) sudah ditempati warga eks stren kali Jagir. Keberadaan mereka nantinya dialokasikan pada 3 rusun yaitu rusun Randu, rusun Tanah Merah dan rusun Wonorejo.(tok)
Teks foto:
-Rumah susun Randu Kelurahan Sidotopo Wetan Kecamatan Kenjeran.
Foto: TOTOK suarasurabaya.net