Kelana Kota
10 Maret 2010, 19:54:30| Laporan Agita Sukma Listyanti
Entrepreneur Ubah Rongsokan Menjadi Emas
suarasurabaya.net| Seorang entrepreneur harus melakukan perubahan yang pragmatis dan dramatis. Seorang entrepreneur bisa mengubah rongsokan atau kotoran menjadi emas.
ANTONIUS TANAN Ketua Yayasan Harian Pendidikan Ciputra berbagi tips untuk menjadi entrepreneur dengan puluhan orang yang hadir di Seminar Dare to Innovate, Rabu (10/03). Pria yang juga menjadi orang kepercayaan CIPUTRA ini memang berpengalaman di bidang entrepreneurship.
Menurut TANAN sapaan akrabnya, cara belajar tidak bisa lagi menggunakan cara orang tua masa lalu. Dunia sekarang ini lebih kompleks. Bahkan abad 21, manusia bisa dikelompokkan menjadi dua, yakni inovatif dan tidak inovatif.
“Yang inovatif mampu menjadi entrepreneur, mengubah rongsokan menjadi emas. Yang tidak inofativ hanya bisa jadi pegawai entrepreneur,” kata TANAN.
Inovatif berbeda dengan kreatif. Seseorang yang kreatif biasanya tidak bisa diterima pasar dan hanya untuk dirinya sendiri. Tapi, seseorang yang inovatif, kreatifitasnya bisa diterima pasar. Menurut TANAN, ruang terbesar di dunia ini adalah imajinasi, inovasi dan improvisasi. Ciptakanlah hal-hal baru.
“Jangan berhenti di produk turunan. Ciptakan produk turunan baru. Jangan berhenti di inovasi yang ada di pasar, tapi ciptakan yang baru,” ujarnya.
Kuncinya adalah jadilah pembelajar yang seumur hidup. Ada 3 proses belajar dalam hidup, learn, relearn dan unlearn>. Berawal dari belajar, lalu belajar kembali dan berhentilah belajar hal-hal yang sudah dipelajari sebelumnya. Gantilah dengan hal baru.
TANAN juga tidak menampik, semakin tua usia, orang cenderung kehilangan kreatifitas. Padahal kreatifitas adalah asset berharga. Karena itu, tanamkan pada diri sendiri agar kecanduan kreatifitas.(git)
Teks Foto :
- ANTONIUS TANAN (ujung kanan) berbagi tips menjadi entrepreneur.
Foto : EDDY suarasurabaya.net