Kelana Kota
11 Maret 2010, 21:58:27| Laporan Agita Sukma Listyanti
Social Entrepreneurship, Gerak Sosial yang Tetap Berprofit
suarasurabaya.net| Social entrepreneurship memang lebih kepada gerak sosial. Meski demikian bukan berarti tidak bisa menghasilkan profit.
FREDDY H. ISTANTO Dekan Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Ciputra ini tidak mau kalah untuk ikut bicara soal kewirausahaan. Kali ini, pria yang akrab dengan dunia seni dan budaya ini berbagi cerita dan kiat sebagai seorang social entrepreneur.
“Social entrepreneurship memang gerak sosial tapi bisa juga menghasilkan profit,” ujar FREDDY dalam seminar Entrepreneurship Skill yang masih menjadi rangkaian acara Dare to Innovate Suara Surabaya, Kamis (11/03).
Layaknya seorang wirausaha yang bergerak di bidang bisnis, beberapa hal standar perlu dipenuhi dalam social entrepreneurship. Diantaranya kreatifitas, karakter dan persistance. Sebab, selain kreatif dan berkarakter, seorang wirausaha juga harus ngotot dan ngoyo. Sekaligus berani ambil resiko, disiplin dan memiliki high ethical standart.
Bagaimanapun juga, kata FREDDY, dunia kini memiliki paradigma ekonomi baru yang lebih menghargai karya-karya yang inovatif. Karena itu meski hanya bersifat sosial, tapi kewirausahaan di bidang ini juga bisa memberikan keuntungan.
Satu diantaranya adalah making money without money. FREDDY mencontohkan ketika dia mengerjakan proyek penghargaan 100 Pusaka Surabaya. Hanya bermodal Rp 35 ribu, tapi dengan begitu, dirinya bisa dikenal banyak orang. Mulai orang biasa hingga sekelas walikota.
Ia pun bisa membuat proyek-proyek lain tanpa mengeluarkan biaya besar. Hal itu semata-mata karena jaringan yang dimilikinya cukup luas. Menjadi selebritis dan terkenal merupakan faktor pendukung wirausaha.(git)