Kelana Kota
30 Juli 2010, 02:16:22| Laporan Noer Soetantini
Di Kantor BappekoPengundian TPS Pasar Turi Kisruh
suarasurabaya.net| Pengundian TPS (tempat penampungan sementara) bagi pedagang Pasar Turi kembali kisruh. Sebelumnya, kekisruhan terjadi di areal Pasar Turi saat dilakukan rapat, Rabu (28/07) lalu.
Kali ini pengundian TPS oleh UPTD Pasar Turi dilaksanakan di lantai III Kantor Bappeko Jl Pacar Surabaya, Kamis (29/07) kemarin, kisruh dan berbuntut pada kegagalan.
Pasalnya, pengundian tersebut diprotes lagi pedagang yang tergabung dalam TPPK (Tim Pemulihan Pasca Kebakaran). Akhirnya rencana pengundian tersebut jadi ajang dialog antara pedagang dengan ACHMAD BASORI Kepala UPTD Pasar Turi.
Dialog tersebut sempat memanas karena masing-masing pihak ngotot mempertahankan argumentasinya. Akhirnya, setelah berdebat lama akhirnya dicapai kata sepakat antara pedagang dengan UPTD Pasar Turi.
Ini terkait dengan nama-nama pedagang Pasar Turi yang berhak menempati TPS harus diumumkan secara terbuka. Caranya, ditempel di Pasar Turi sehingga pedagang mengetahuinya paling lambat Senin mendatang.
Selain itu, juga UPTD Pasar Turi harus menjawab surat yang diajukan pedagang terkait keinginan MoU dengan Pemkot Pasar Turi secepatnya.
“Kami akan segera menempel pengumuman pedagang yang berhak mendapatkan stan di TPS. Sedangkan soal surat dari TPPK, kami akan menjawab secepatnya sehingga saya jangan diganggu,”ujar BASORI.
Tentang gagalnya pengundian, BASORI menyerahkan kepada Pemkot Surabaya. Ia berharap pelaksanaan pengundian bisa dilakukan secepatanya, sebelum bulan Ramadan sehingga pedagang bisa berjualan.
Berdasarkan data, pedagang yang mau menempati TPS sebanyak 1411 pedagang. Sedangkan stan yang tersedia sebanyak 1464 stan sehingga masih sisa dan diperuntukkan bagi pedagang yang berminat masuk ke TPS yang kini sudah diperbaiki.
KEMAS A CHALIM Sekretaris TPPK mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap BASORI yang telah menampung aspirasi pedagang. Ia berharap pengundian tetap dilakukan secara adil dan terbuka dan tidak ada diskriminasi.
KEMAS juga meminta kepada UPTD untuk segera membenahi TPS yang masih rusak. Selain itu juga persoalan air dan listrik yang belum ada di TPS segera dipikirkan karena pedagang akan segera masuk. Dengan adanya kesepakatan ini, sekitar 150 pedagang yang memadati ruangan Bappeko itu kemudian membubarkan diri. (tin)
Powered by Telkomsel BlackBerry ®