Kelana Kota
25 Februari 2010, 12:27:20| Laporan Iping Supingah
Nyamannya Menyeberang di Zebra Cross di Hong Kong
suarasurabaya.net| Kriiiing... klentheng... klentheng... klenteng....
Ini bukan tanda bel masuk sekolah, tapi di Hong Hong ini tanda lampu hijau di zebra cross dan memberi kesempatan pejalan kaki menyeberang jalan.
Jangan coba-coba menyeberang jalan di luar zebra cross kalau Anda tidak ingin jadi korban kecelakaan. Kendaraan di Hong Kong melaju cepat terutama taksi. Namun kendaraan ini sangat patuh terhadap lampu lalu lintas.
Pengalaman suarasurabaya.net yang berkunjung ke Hong Kong pada Nopember 2009 lalu, hampir di setiap zebra cross selalu ada bunyi-bunyian saat lampu menyala hijau untuk penyeberang jalan. Kendaraan yang melaju pun akan berhenti karena ada tanda lampu merah buat mereka.
Meski tidak tampak polisi berjaga di setiap traffic light (TL), namun tanda-tanda lampu lalu lintas ini sangat dipatuhi, baik pejalan kaki, maupun pengemudi kendaraan bermotor.
Tidak seperti di Surabaya, meski di zebra cross lampu menyala merah untuk kendaraan, pengemudi banyak yang nekad terus melaju, karena melihat hanya ada sedikit penyeberang jalan. Sehingga penyeberang jalan pun tidak leluasa dan tidak nyaman menyeberang meski lampu masih menyala hijau yang memberikan kesempatan untuk penyeberang jalan.
Ini sangat berbeda dengan di Hong Kong. Penyeberang jalan tidak perlu was-was saat lewat di zebra cross. Karena semua kendaraan akan berhenti saat tanda lampu merah. Jika melanggar, CCTV yang ada di setiap sudut kota bisa memonitor nomor polisi kendaraan yang melanggar.
Pelanggaran ini bisa diusut secara cepat, pengemudi bisa didenda bahkan SIM bisa dicabut jika beberapa kali melanggar rambu lalu lintas, kata WILLIE FUNG pemandu wisata dari Hong Kong Tourism Board (HKTB) pada suarasurabaya.net.
WILLIE FUNG mengungkapkan, Hong Kong merupakan surganya bagi pejalan kaki. Pejalan kaki memang dimanja. Infrastruktur yang disediakan Pemerintah Hong Kong sangat menunjang, seperti trotoar, jembatan penyeberangan dan juga zebra cross ada di setiap ruas jalan. Akses pejalan kaki juga sangat dimudahkan menuju stasiun kereta bawah tanah, bus, trem maupun taksi. Budaya disiplin dan patuh terhadap rambu lampu lintas terutama traffic light sangat didukung oleh warga Hong Kong, sehingga wisatawan pun mau tidak mau harus mengikuti aturan ini.
Sementara dari pantauan suarasurabaya.net, budaya masyarakat Surabaya saat berada di jalanan jauh berbeda dibandingkan masyarakat Hong Kong. Meski infrastruktur trotoar, zebra cross dan jembatan penyeberangan sudah dibangun di Kota Pahlawan ini, tapi pemanfaatannya kurang maksimal. Di sana sini masih ada pejalan kaki yang menyeberang di luar zebra cross maupun jembatan penyeberangan. Begitu juga dengan trotoar, masih ada pengendara sepeda motor yang seenaknya melaju di atas trotoar tersebut.
Belum lagi rambu TL yang diabaikan pengguna jalan, terutama TL di zebra cross yang sering dilanggar. Kapankah Surabaya jadi surganya pejalan kaki seperti layaknya di Hong Kong. Mudah-mudahan ini bukan hanya angan-angan saya belaka... (ipg)
Teks Foto:
1. Pejalan kaki menyeberang di sebuah zebra cross di Hong Kong.
2. Tertib menunggu, tidak akan menyeberang sebelum lampu hijau menyala untuk penyeberang jalan di salah satu sudut kota di Hongkong.
3. Berbeda di Surabaya sering ditemui pemandangan seperti ini, sepeda motor nyelonong di zebra cross meski lampu merah menyala yang menandakan kendaraan harus berhenti dan memberikan kesempatan penyeberang jalan di zebra cross tersebut.
Foto: IPING dan dok. suarasurabaya.net
Berita terkait : 1. Tidak Ada Jaminan Aman Menyeberang di Jalanan Surabaya2. Kepedulian Pada Penyeberang Jalan Kurang3. 31 Pejalan Kaki Tewas Saat Menyeberang