Kelana Kota
21 Februari 2010, 12:14:20| Laporan Eddy Prastyo
Detektif Lingkungan Rampasi Kantong Plastik Pengunjung Taman Bungkul
suarasurabaya.net|
Warga Kota Surabaya yang datangi Taman Bungkul terkejut. Mereka yang membawa kantong-kantong plastik tiba-tiba saja didatangi sejumlah Detektif Lingkungan yang usianya masih remaja meminta kantong plastik kemudian ditukarkan dengan kantong berbahan kain yang ramah lingkungan.
WAWAN SOME Koordinator Komunitas Nol Sampah Surabaya pada suarasurabaya.net, Minggu (21/02) mengatakan ini adalah bagian dari kampanye mengurangi sampah-sampah non organik di Surabaya. “Kita mulai dari keluarga, mas. Kita berikan pemahaman pada mereka tentang kenapa harus menolak kantong plastik,” kata WAWAN.
Menurut WAWAN, saat ini jamak pusat perbelanjaan dan pasar-pasar menggunakan kantong plastik untuk membawa barang. Padahal, kata WAWAN, tas kresek plastik yang terbuat dari minyak bumi baru bisa terurai di alam setelah 500 hingga seribu tahun.
Celakanya, lanjut WAWAN, setiap tahunnya 500 juta sampai 1 miliar tas kresek plastik digunakan di seluruh dunia yang akhirnya menjadi sampah. “Setiap menit, ada 2 juta tas kresek yang dibuang. Kalau sampah ini dibentangkan, bisa menutup permukaan bumi 10 lapis,” kata dia.
Bayangkan jika ini terakumulasi bertahun-tahun, kata WAWAN. Bisa-bisa kehidupan di bumi ini rusak karenanya.
Untuk mengubah keadaan ini, tidak ada cara lain kecuali menumbuhkan kesadaran di keluarga. “Kita meminta warga kota ini mengganti tas kresek mereka dan kita ganti dengan tas berbahan kain yang ramah lingkungan. Harapannya, ada kesadaran untuk mengubah bumi ini dari level yang paling kecil, yakni keluarga,” kata dia.(edy)