KELANA KOTA
Jelang Imlek 2558

Klenteng & Tempat Ibadah Tri Dharma Mulai Bersolek

Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 06 Februari 2007 | 17:25 WIB
suarasurabaya.net - Meski perayaan Imlek 2558 masih sekitar dua pekan lagi, Selasa (06/02) sejumlah klenteng dan tempat ibadah umat Tri Dharma di Surabaya mulai terlihat ‘bersolek’. Sejumlah pekerja terlihat bersih-bersih klenteng, dan melakukan pengecatan ulang.

“Rutin setiap tahun menjelang perayaan Imlek, kita bersihkan semua lokasi didalam tempat persembahyangan maupun disekitar klenteng. Semua sudah dipersiapkan, supaya nanti ketika masuk rangkaian penyambutan Imlek semuanya sudah bersih dan lancar,” kata BUDHI ENGGAL KUNCORO pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hong San Koo Tee, Selasa (06/02).

BUDHI menambahkan, rangkaian persembahyangan yang biasa digelar dalam persiapan menyambut Imlek, diawali dengan ritual Ci Suak. Ritual yang juga dikenal sebagai upacara membuang sial itu, biasanya diikuti ratusan umat dalam rangka menyambut tahun baru Imlek.

Ci Suak biasanya berhubungan dengan shio dan tahun baru. Apakah shio seseorang di tahun baru nanti mengalami ji ong atau tidak, atau untuk nadhar saja. Biasanya upacara ini mulai pagi sampai siang,” tambah BUDHI ENGGAL KUNCORO saat ditemui suarasurabaya.net, Selasa (06/02).

Setelah ritual Ci Suak dilanjutkan dengan upacara memandikan rupang dewa atau patung dewa. Ritual memandikan rupang tersebut diikuti umat yang diwarnai dengan membagi-bagikan air bunga yang telah digunakan untuk memandikan rupang.

Kemudian sebagai puncak rangkaian ritual menyambut Imlek, digelar sembahyang bersama pada malam menjelang pergantian tahun. “Dan paginya kita bersama sembahyang Cap Go Meh. Rangkaian ritual ini panjang sekali, mulai Selasa (06/02) ini kita bersiap-siap,” tutup BUDHI ENGGAL KUNCORO.

Ditemui terpisah, GUNADI pengurus klenteng Jagalan bersama beberapa rekannya, Selasa (06/02) terlihat membersihkan tempat pemasangan hio. “Mulai hari ini memang kita sudah bersih-bersih. Beberapa bagian tiang kelnteng kita cat ulang. Puncaknya malam menjelang pergantian tahun. Biasanya dimeriahkan musik tradisional Tionghoa,” ujar GUNADI saat ditemui suarasurabaya.net, Selasa (06/02).

Teks foto:
1. Membersihkan atap klenteng menyambut Imlek.
2. Tempat hio juga dibersihkan.
Foto: TOTOK suarasurabaya.net


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.