KELANA KOTA

Sosialisasi Larangan Merokok Terus Dilakukan

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 04 Juli 2012 | 16:17 WIB
suarasurabaya.net - Meski ketentuan larangan merokok sudah diberlakukan pada kereta api ekonomi jarak jauh oleh PT KA Daops VIII Surabaya, tetapi sampai Rabu (4/7/2012) sosialisasi larangan merokok terus dilakukan.

Bahkan sosialisasi itu juga dilakukan disekitar lingkungan stasiun kereta api. “Tujuan utama dari sosialisasi tersebut memang adalah untuk menginformasikan pada masyarakat terkait larangan merokok didalam gerbong kereta api,” kata Sri Winarto manajer humasda PT KA Daops VIII Surabaya.

Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak merokok dalam gerbong kereta api. Kalaupun ingin merokok lebih memilih ditempat yang memang sudah disediakan oleh petugas.

Larangan merokok didalam gerbong keretapi tersebut, kata Sri Winarto, diharapkan tidak menjadi aturan yang dipatuhi masyarakat ketika ada petugas tetapi dilanggar ketika petugas tidak ada atau tidak melakukan razia.

Larangan merokok didalam gerbong kereta api sebelumnya memang hanya diberlakukan pada kereta api eksekutif dan bisnis. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya ketentuan larangan merokok juga diberlakukan pada kereta api ekonomi.

Bersama dengan petugas Polsuska, petugas mencegat calon penumpang yang kedapatan merokok disekitar stasiun dan akan menaiki kereta api. Sosialisasi kemudian disampaikan petugas terkait dengan larangan merokok.

“Nantinya secara egas kami akan mencegat calon penumpang yang akan naik kereta api agar tidak merokok. Jika terbukti dan kedapatan merokok maka kami akan peringatkan. Dan jika menolak, maka akan kami turunkan distasiun terdekat,” tegas Sri Winarto saat dihubungi suarasurabaya.net, Rabu (4/7/2012).(tok)

Teks foto:
-Penumpang kereta api kelas ekonomi jarak jauh juga dilarang merokok.
Foto: Dok. suarasurabaya.net


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.