KELANA KOTA

Asia Summer Program 2012 Diikuti 5 Negara Asia

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 16 Juli 2012 | 16:21 WIB
suarasurabaya.net - Sebuah program multilateral antara 5 negara di Asia, yang dikemas dalam Asia Summer Program 2012, Senin (16/7/2012) ini dimulai dan sebagai tuan rumah untuk agenda tahun pertama ini adalah Universitas Kristen Petra Surabaya.

Program yang melibatkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan kebudayaan tersebut, digagas oleh UK Petra Surabaya bersama dengan beberapa negara lainnya, yaitu Malaysia, Korea, Thailand, dan Jepang.

“Kami ingin tidak sekedar pertukaran mahasiswa. Tetapi lebih dari itu, masing-masing negara peserta ASP 2012 kali ini akan menghadirkan masing-masing dosen pengajar serta membuka program studinya dimasing-masing kampus,” terang Prof. Rolly Intan Rektor UK Petra Surabaya.

Selama hampir tiga minggu, para mahasiswa dari kelima negara itu nanatinya akan mencoba mengikuti beberapa mata kuliah yang sebelumnya memang sudah disediakan oleh UK Petra Surabaya.

“Mata kuliah yang sudah dipersiapkan adalah 9 mata kuliah yang terbagi dalam tiga kelompok yaitu: Ekonomi, Teknik dan Bahasa. Nantinya mahasiswa mengikuti kuliah dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris,” lanjut Rolly ketika ditemui suarasurabaya.net, Senin (16/7/012).

Diharapkan dari kegiatan ini para mahasiswa dari kelima negara akan berkolaborasi pada berbagai bidang ilmu atau mata kuliah yang telah mereka pilih untuk menghasilkan sebuah temuan-temuan atau ide-ide baru yang bermanfaat untuk masyarakat.

Hadir dalam acara memberikan keterangan pers kepada sejumlah media dari Indonesia, serta perwakilan media dari ke empat negara lainnya, DR. Tiparatnam Whiongcharoen dari Bangkok University, Dr, Jehkuk Chang dari Dongseo University, Prof. Ushida Masumi dari Josai Internastional University Jepang, serta Prof. Dr. Komarudin Hussin dari University Malaysia Perliss.(tok)



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.