KELANA KOTA

Ribuan Ikan Mati di Kali Candi Sidoarjo, Penyebab Ditelusuri

Laporan Dwi Yuli Handayani | Senin, 16 Juli 2012 | 17:37 WIB
suarasurabaya.net - Ecoton, BLH Jatim, tim dari laboratorium beserta tim dari Polda Jatim sudah turun langsung untuk meninjau dan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab ribuan ikan mati di Kali Candi-Sidoarjo, Senin (16/7/2012).

"Mereka mulai menyusuri tempat sebelum pembuangan limbah pabrik gula dan pabrik kulit di sekitar lokasi," kata Prigi Arisandi Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) pada Suara Surabaya.

Prigi mengatakan, ribuan ikan ini mati sudah mulai pukul 06.00 WIB dan dugaan sementara karena dua perusahaan yakni pabrik gula dan pabrik kulit.

Namun, tim peneliti masih belum bisa menyimpulkan karena secara parameter penelitian lingkungan masih diambil samplenya. Tetapi secara kasat mata melalui laporan beberapa warga kata Prigi, kedua perusahaan itu yang menimbulkan air keruh dan kadar oksigen dalam air turun drastis.

"Ikan memang masih belum dalam kondisi mati tetapi seperti kekurangan oksigen dan bukan karena keracunan," ungkapnya.

Gejala antara ikan keracunan dan kekurangan oksigen memang hampir sama. Sementara ini juga masuk musim kemarau sehingga air yang mengalir kecil sedangkan buangan limbah dari pabrik pekat.

Prigi menjelaskan, sejak Mei kemarin semua PG di Jawa Timur memulai aktivitas giling. Ini artinya ada pembuangan limbah secara tiba-tiba. Kemungkinan PG tidak menyadari jika saat ini sungai sudah berubah dan beban yang semakin berat pula seiring makin berkembangnya industri.

"Meskipun PG sudah berdiri sejak dulu dan sebelumnya tidak apa-apa. Tapi kan itu dulu, kalau sekarang pastinya bebannya juga sudah bertambah dan memang harus lebih berhati-hati," tambah dia.

Jika dikaitkan dengan adanya kerusakan pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) kata Prigi, ini masih dalam tahap penyelidikan dan minimal ini karena pembuangan limbah yang berlebihan. (dwi/ipg)

Teks Foto:
- Ilustrasi.
Foto: Dok. suarasurabaya.net
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.