KELANA KOTA

15 Rumdis THW Dikosongkan Setelah Lebaran

Laporan Eddy Prastyo | Rabu, 18 Juli 2012 | 18:46 WIB
suarasurabaya.net - Kodam V/Brawijaya akan melakukan pengosongan 15 rumah dinas yang tersisa di Perumahan Taman Hayam Wuruk setelah Lebaran tahun ini. Sebanyak 8 rumah dinas di perumahan itu sebelumnya berhasil dikosongkan tanpa perlawanan berarti dari penghuninya.

Letkol Totok sugiharto Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya pada suarasurabaya.net tadi mengatakan total 23 rumah dinas milik Kodam V/Brawijaya dikosongkan karena penghuninya melakukan pengalihan hak atas rumah dinas lewat pengajuan sertifikasi tanah ke BPN Surabaya. Langkah itu dikatakan Kapendam, berhasil digagalkan dan didukung lewat putusan Pengadilan Tata Usaha Negara bernomor 260/K/TUN/2010 tertanggal 2 Mei 2011.

Dijelaskan Kapendam, 42 KK penghuni 42 rumah dinas di Jl. Taman Hayam Wuruk sebenarnya sudah paham yang mereka tinggali adalah rumah dinas. Ini ditandai dengan ditandatanganinya Surat Ijin Penempatan Rumah Dinas yang diperbaharui tiap tahun.

"Kawasan di lingkungan Kodam V/Brawijaya ini adalah tanah Inventaris Kekayaan Negara dan tidak dibenarkan untuk dipindahtangankan pribadi. Sebanyak 23 KK berupaya melakukan sertifikasi dan ini tidak dibenarkan. Karena mereka berupaya secara tanpa hak mengambil alih aset negara, maka kami melakukan penertiban dengan mengikuti prosedur hukum yang berlaku," kata Totok.

Prosedur itu, kata dia, dengan memberikan 3 kali surat peringatan tapi tidak pernah digubris. Dasar hukum pengosongan rumah itu adalah Surat Telegram Kasad no ST/508/2006 tanggal 20 April 2006 tentang Optimalisasi Penggunaan Rumdis dan Pengamanan Aset Inventaris Kekayaan Negara Khususnya Rumdis TNI AD.

"Kami mengimbau 15 KK yang masih bertahan secara sukarela untuk pindah. Kami menyiapkan rumah kontrakan senilai Rp7 juta hingga Rp10 juta pertahun untuk setahun. Mohon dipahami karena mereka menghuni rumah yang bukan lagi hak mereka," kata dia.

Ditambahkan Kapendam, pihak Kodam V/Brawijaya sebenarnya sudah memberikan toleransi bagi keluarga purnawirawan atau wara kawuri untuk tinggal di sana sampai mereka meninggal dunia dan atau sampai mereka memiliki rumah sendiri. Tapi langkah berlebihan 23 KK itu mengajukan sertifikasi membuat Kodam Brawijaya harus mengambil langkah tegas.(edy)

teks Foto :
-Pengosongan rumah secara paksa di Jl. Taman Hayam Wuruk.
Foto : dok suarasurabaya.net


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.