KELANA KOTA
Kasus Hambalang

KPK Tidak Bisa Sebutkan Dua Alat Bukti

Laporan Iping Supingah | Jumat, 20 Juli 2012 | 14:01 WIB
suarasurabaya.net - KPK tidak bisa menyebutkan dua alat bukti dalam menetapkan tersangka kasus Hambalang.

Ini disampaikan Bambang Widjojanto Wakil Ketua KPK, seperti dilaporkan Faiz Fajarudin reporter Suara Surabaya di Jakarta, Jumat (20/7/2012).

Menurut Bambang, KPK tidak bisa menyebut alat bukti itu karena untuk kepentingan penyidikan.

Sekarang ini KPK terus memperkuat alat-alat bukti kasus Hambalang untuk membidik pihak lain yang diduga terlibat kasus ini.

Kata Bambang, dalam kasus Hambalang diduga terjadi penggelembungan biaya, yang otomatis berakibat merugikan negara.

Untuk jumlah kerugian negara, KPK belum bisa menyebut angka pastinya karena masih dihitung.

Seiring dengan penggeledahan Kantor Kemenpora, dan sejumlah perusahaan, Kamis kemarin KPK sudah meningkatkan status kasus Hambalang dari penyelidikan dan penyidikan.

Karena statusnya sudah penyidikan, KPK juga sudah menetapkan seorang tersangka a.n DK ( Deddy Kusdinar ) Kepala Biro Perencanaan Keuangan Kementerian Pemuda dan Olah Raga.

Deddy Kusdinar merupakan tangga awal KPK untuk mengusut pihak-pihak lain yang diduga ikut terlibat.

Bersamaan dengan penetapan tersangka, KPK juga melakukan cekal pada 3 orang, masing-masing Aman Santoso Direktur Ciriajasa Cipta Mandiri, Yudi Wahyono Direktur Yodha Karya, dan Lisa Lukitawati Direktur CV Rifa Medika.(faz/ipg)

Teks Foto: Ilustrasi


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.