KELANA KOTA
Konflik Ketenagakerjaan

Buruh Langgeng Makmur Bentrok Lagi Dengan Preman

Laporan Eddy Prastyo | Kamis, 13 September 2012 | 11:52 WIB
suarasurabaya.net - Bentrokan antara sekitar 150 buruh outsourcing PT Langgeng Makmur dengan preman kembali terjadi pukul 07.30 WIB tadi saat berlangsungnya aksi buruh memblokade aktivitas di kawasan pabrik Jl. Letjen Sutoyo, Sidoarjo.

Bentrok itu dipicu penghalang-halangan kendaraan pabrik saat akan keluar. Aksi itu direspon oleh sekitar 5 orang preman yang membubarkan ratusan buruh. Akibat bentrok itu, 3 orang buruh mengalami luka-luka, diantaranya Rizal luka pada kepala dan leher dan Erni yang mengalami luka di tangan.

Selain itu ada seorang buruh bernama Rizal yang ditangkap polisi karena melempari polisi dengan batu saat kericuhan itu terjadi.

Tarmidi Ketua Federasi Serikat Buruh Madani (FSBM) Sidoarjo pada suarasurabaya.net tadi mengatakan bentrok ini sudah ketiga kalinya terjadi.

Kasus ketenagakerjaan ini dipicu kebijakan perusahaan menggunakan 700 tenaga kerja outsourcing untuk pekerjaan inti. Mereka direkrut dari 5 perusahaan pengerah jasa tenaga kerja. "Dalam operasionalnya, penggunaan tenaga kerja outsourcing itu melanggar UU Ketenagakerjaan karena dipekerjakan pada sektor inti perusahaan. Pekerja outsourcing juga tidak didaftarkan Jamsostek, THR tidak sesuai prosedur, dan upah di bawah UMK," kata dia.

Karena pelanggaran itu, ratusan pekerja melakukan aksi mogok menuntut mereka dipekerjakan.

Kata Tarmidi, pihaknya sudah melaporkan pelanggaran ini pada Dinas Tenaga Kerja Transmigarsi dan Kependudukan Kabupaten Sidoarjo. Instansi itupun sudah mengeluarkan nota peringatan tapi tidak digubris perusahaan.

Pada bentrokan dengan preman Selasa (4/9/2012) lalu, pihaknya sudah melaporkannya ke Polda Jawa Timur.(edy)

Teks Foto :
- Bentrok antara buruh dengan Preman di PT Langgeng Makmur Sidoarjo, tadi
Foto : Istimewa


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kebakaran Ketintang Timur PTT
Hendra Iswahyudi