RSSFacebookTwitterHandphone    Sabtu, 19 April 2014 | 16:24 WIB
  Daftar!   Lupa Password?  
KELANA KOTA 
24 September 2012, 12:48:48 | Laporan Eddy Prastyo
Pelajaran dari Laka Anggota DPR di Tol Porong

Pengamat : Perhatikan Turbulensi Udara di Jalan Tol

suarasurabaya.net - Kecelakaan lalu lintas di jalan tol KM 29.400 Porong arah Surabaya mengakibatkan Theodorus Jacob Koekerits anggota Komisi I dan anggota Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi PDIP meninggal dunia. Dari keterangan polisi disimpulkan sementara Wahyu Wigoro warga Desa Gelik Brondot, Jombang pengemudi Nissan patrol B 15 VY yang membawa sang anggota dewan, cukup nekad bermanuver saat tidak ada ruang gerak yang cukup.

Dari hasil olah TKP di lapangan, diketahui bahwa mobil Nissan Patrol ini berinisiatif ambil jalur kiri. Waktu itu di depannya, juga di lajur kanan pada jarak yang agak jauh, ada mobil Avanza. Sopir Nissan membantah hendak menyalip Avanza itu dari lajur kiri.

Sedangkan di lajur kiri ada mobil truk pengangkut pasir yang berjalan dengan kecepatan di bawah 60 km perjam. Wahyu diduga kaget mengetahui truk di lajur kiri berjalan sangat lamban. Diduga polisi, Wahyu juga sempat menginjak rem cukup dalam sampai mengakibatkan ban kiri depannya pecah. Tapi upaya ini gagal, tubuh mobil tetap menabrak truk yang ukurannya lebih besar.

I Komang Ferry instruktur Darma Safety Drive pada suarasurabaya.net mengatakan ada faktor turbulensi udara di jalan tol yang kerap diabaikan pengemudi. Laju kendaraan di jalan tol yang kecepatannya rata-rata di atas 60 km perjam, kata Komang, menimbulkan gaya udara di sekitar mobil. Semakin aerodinamis bentuk mobil, gaya udara itu semakin kecil. Tapi semakin besar kendaraan, maka gaya udara yang melewati sekitar mobil juga akan semakin besar.

"Contoh yang mudah, coba saat anda berpapasan dengan kendaraan besar dari arah sebaliknya waktu kecepatan tinggi. Mobil anda akan oleng terkena anginnya. Itulah turbulensi udara," kata dia.

Turbulensi udara juga terjadi pada kendaraan yang melaju pada arah yang sama dengan kendaraan lain. Jika jarak aman tidak diperhitungkan, keputusan menyalip atau mengambil jalur bisa jadi celaka jika kendaraan kita terkena turbulensi tanpa kita bisa mengendalikan setir kendaraan.

"Dalam kecepatan tinggi, turbulensi udara dari kendaraan lain bisa mempengaruhi kendali mobil kita. Contoh kasusnya adalah kecelakaan mobil Syaiful Jamil. Mobil itu terkena turbulensi kendaraan lain, dan pengemudinya tidak mampu menguasai setir kendaraannya dalam sepersekian detik, dan akhirnya terjadilah kecelakaan itu," kata Komang.

Agar terhindar dari kecelakaan, kata Komang Ferry, sangat penting untuk memperhatikan jarak aman kendaraan, perhitungan yang tepat saat bermanuver, dan fokus pada kegiatan mengemudi.(edy)

Teks Foto :
- Mobil anggota DPR RI yang jadi korban laka di tol Porong arah Surabaya
Foto : Istimewa


1. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5. Partai Golongan Karya (Golkar)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional (PAN)
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
14. Partai Bulan Bintang (PBB)
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
Rumah Sakit Mata Undaan
Age Related Macular Degeneration, Penurunan tajam penglihatan pada orang tua sebagian besar karena proses... [detil]
Rumah Sakit Darmo
Tuli Kongenital, Deteksi Dini dan Intervensi, Pendengaran merupakan salah satu indera pada manusia yang berhubungan erat... [detil]
Rumah Sakit Premier
RS Premier Raih Sertifikat JCI, Mimpi tentang kenyamanan dan keselamatan bagi pasien, di RS Premier akan... [detil]
E 100 ON FACEBOOK 
Copyright 2012 suarasurabaya.net, All Rights Reserved FAQ Kontak