KELANA KOTA

1.300 Polisi Jaga 3 Unjukrasa di Surabaya Hari Ini

Laporan Eddy Prastyo | Kamis, 27 September 2012 | 09:09 WIB
suarasurabaya.net - Sebanyak 1.300 anggota polisi akan dikerahkan untuk mengamankan 3 unjukrasa yang rencananya akan digelar di jalur-jalur penting Kota Surabaya.

Kombes Polisi Tri Maryanto Kapolrestabes Surabaya pada suarasurabaya.net tadi mengatakan pihaknya akan memplot sebgaian besar personel untuk mengamankan unjukrasa Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim yang dalam pemberitahuan ke polisi melibatkan sekitar 1.500 pengunjukrasa.

Aksi unjuk rasa itu digelar di depan Gedung Negara Grahadi menuju Konjen Perancis AJBS dan Konjen AS pukul mulai 08.00 WIB. Mereka menuntut agar umat Islam mewaspadai grand design pelecehan terhadap umat Islam dan pemerintah bertindak tegas terhadap tindakan pelecehan agama.

Kata Kapolrestabes, polisi nanti akan mengikuti rute perjalanan kelompok massa ini untuk melindungi mereka dan masyarakat umum dari insiden yang tidak diinginkan.

Sementara itu untuk aksi unjukrasa yang dilakukan Sekretariat Bersama LSM Bangkalan dengan massa sebanyak 500 orang dilaporkan anggota Polres Bangkalan sudah berangkat sekitar 50 mobil menuju Kejati Jatim Jl. Ahmad Yani. Mereka menuntut untuk usut tuntas kasus korupsi program KUT senilai Rp.85 Miliar oleh oknum pejabat kabupaten Bangkalan.

Unjukrasa lain juga dilakukan di depan kantor BPN Jatim Jl. Gayung Kebonsari dan depan Mapolda Jatim Jl. Ahmad Yani oleh sekitar 300 massa Kelompok Rakyat Bersatu Tuntut Keadilan (RBTK) Blitar. Mereka menuntut pengawalan program dan instruksi pemerintah untuk mewujudkan pemerintah yang bersih dan demokrasi.

"Kita akan mengupayakan massa dari Bangkalan dan Blitar ini tidak sampai mengganggu jalan Ahmad Yani yang merupakan urat nadi lalu lintas Surabaya," kata Kapolrestabes Surabaya.(edy)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kebakaran Ketintang Timur PTT
Hendra Iswahyudi