KELANA KOTA

Obat Pelangsing dan Penambah Stamina Paling Banyak Dicampur ke Jamu

Laporan Agita Sukma Listyanti | Kamis, 27 September 2012 | 17:10 WIB
suarasurabaya.net - Bahan Kimia Obat (BKO) yang diidentifikasi terkandung dalam obat tradisional (OT) menunjukkan trend yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada kurun waktu 2001-2007, trend bahan kimia obat yang banyak dipakai lebih ke arah obat rematik dan penghilang rasa sakit. Antara lain bahan obat fenilbutason, metampiron, parasetamol dan asam mefenamat.

Sedangkan pada periode 2008 hingga pertengahan 2012, OT-BKO lebih banyak mengandung obat pelangsing dan obat penambah stamina atau aprodisiaka seperti bahan obat simutramin, sildenafil dan tadalafil.

Dijelaskan Endang Widowati Kabid Sertifikasi Layanan Konsumen BBPOM Surabaya, OT-BKO sangat berbahaya bagi kesehatan. Ia mencontohkan kasus di Ponorogo beberapa waktu lalu. Di sana ditemukan penderita ginjal meningkat. Usut punya usut, para penderita banyak mengonsumsi produk OT-BKO. Disinyalir, OT-BKO inilah yang menyebabkan penyakit ginjal.

"Banyak yang mengira karena mengonsumsi jamu akhirnya punya penyakit ginjal. Padahal, bisa jadi jamu yang diminum itu sudah mengandung bahan kimia obat. Harusnya yang namanya obat tradisional ya harus bebas dari obat kimia," tutur Endang pada wartawan, Kamis (27/9/2012).

Produsen yang diketahui memproduksi atau mengedarkan OT-BKO akan dikenai sanksi administratif terlebih dahulu. Yaitu diminta untuk menarik produk dari peredaran dan melakukan pemusnahan. Untuk OT yang telah terdaftar dan mengandung BKO, nomor registrasi akan dicabut. Bahkan, izin produksi perusahaan juga akan dicabut.

Namun, bagi mereka yang tidak mengindahkan peringatan tersebut bisa diseret ke pengadilan karena sudah melakukan tindak pidana. Selama dua tahun terakhir, ada 48 kasus yang diajukan ke pengadilan oleh Badan POM RI. Para pelaku akan dikenai sanksi hukuman 8 bulan kurungan dengan masa percobaan 10 bulan subsider 2 bulan dan denda berkisar Rp 250 ribu sampai Rp 50 juta.

Dalam penanganan kasus-kasus OT-BKO, Badan POM melakukan koordinasi lintas sektor dengan Dinas Perindustrian/Perdagangan di daerah serta asosiasi. Selain itu, dilakukan pula advokasi kepada UMKM di sentra produksi jamu antara lain Cilacap, Sukoharjo dan Malang.(git)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...