KELANA KOTA

Finalisasi KHL dan UMK Surabaya 2013 Didemo Pekerja

Laporan Eddy Prastyo | Kamis, 11 Oktober 2012 | 10:50 WIB
suarasurabaya.net - Finalisasi usulan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan Upah Minimum Kota (UMK) Surabaya yang rencananya dibahas hari ini di kantor Disnaker Surabaya akan diunjukrasa sekitar seratus massa pekerja dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Jamaludin Ketua Serikat Pekerja Aneka Industri FSPMI pada suarasurabaya.net mengatakan pertemuan terakhir Dewan Pengupahan membahas UMK Surabaya tahun 2013 ini jadi tolok ukur penting untuk penentuan UMK sejumlah kabupaten/kota kantong industri utama Jawa Timur.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada tarik menarik dan saling intip usulan UMK di kawasan Ring 1 meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Malang.

Apalagi pembahasan KHL dan UMK oleh Dewan Pengupahan Surabaya dinilai Jamaludin sangat tertutup. Hingga kini informasi usulan angka-angka KHL dan UMK yang berkembang di Dewan Pengupahan Surabaya selalu dipegang rapat-rapat oleh para anggotanya.

"Kita tidak ingin pembahasan UMK yang menyangkut hajat hidup pekerja di Surabaya sampai lolos dalam pengawalan publik. Aksi ini kami lakukan agar mereka (dewan pengupahan Surabaya) paham bahwa mereka diawasi meskipun dalam pembahasan itu ada perwakilan pekerja juga," kata Jamaludin.

Tertutupnya pembahasan KHL dan UMK Surabaya itu juga dicurigai Jamaludin, sarat dengan kongkalikong dan lobi-lobi agar UMK Surabaya tidak naik terlalu tinggi untuk mengatrol daerah lain juga tidak memasang UMK-nya tidak terlalu tinggi pula.

Tapi hal ini pernah dibantah Dwi Purnomo Ketua Dewan Pengupahan Surabaya. Kata Dwi Purnomo yang juga Kepala Disnaker Kota Surabaya ini, dirinya menjamin tidak ada transaksi dalam pembahasan UMK 2013. Buktinya, hingga hari ini, perwakilan pekerja dan pengusaha belum sepakat tentang komponen listrik di usulan KHL.(edy)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.