KELANA KOTA

Inilah Pengakuan NA, Mucikari Kelas 3 SMP

Laporan Rangga Umara S. | Minggu, 09 Juni 2013 | 16:48 WIB
suarasurabaya.net - NA, tahun berdiri menunduk, dagunya menempel di dada. Rambutnya yang sebahu menutupi hampir seluruh bagian wajahnya. Dia menghadap ke arah berlawanan dengan sejumlah wartawan yang menanyainya di Gedung Mapolrestabes Surabaya.

NA pelajar kelas 3 sebuah SMP di Surabaya ini mengaku menjalani peran sebagai mucikari bagi teman-teman sebayanya karena ingin mendapatkan penghasilan lebih. Dia mengaku tergiur dengan pendapatan besar yang bisa diperoleh mucikari, tanpa harus ikut melayani lelaki hidung belang.

"Saya memulainya sejak enam bulan lalu. Saya pikir enak sekali jadi mami (mucikari) cuma sekedar menghubungkan tamu dengan anak-anak, bisa dapat uang, " kata NA, Minggu (9/6/2013).

NA juga mengaku, kalau dulu dia pernah menjadi PSK anak. Lantas dia berhenti, kemudian mengumpulkan teman-temannya sesama SMP masuk dalam jaringan prostitusi. Dia memberikan tarif Rp 750 ribu sampai Rp 1 juta kepada lelaki hidung belang yang mau berkencan dengan teman-temannya.

"Saya nggak pernah memaksa mereka atau mengiming-imingi mereka. Mereka itu kan teman-teman saya, jadi saya tahu mereka bisa "dipakai" atau nggak. Kalau mau, ya saya yang jadi "maminya". Yang nyariin mereka "tamu", "ungkap NA.

Sementara itu, salah seorang "anak buah" NA, sebut saja bernama Bunga (15) mengaku masih bersekolah di kelas 2 sebuah SMP di Surabaya. Dia hanya berkata singkat, sudah lama mengenal NA dan sudah tiga bulan menjadi bagian dari prostitusi ini bersama NA.

Seperti diberitakan, Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap praktek pelacuran belasan anak dibawah umur. Selain menangkap sang mucikari, NA, 15 tahun, polisi juga menangkap tiga siswa SMP lain, yang merupakan anak buah NA. (ran)

Foto:
-Ilustrasi


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.