KELANA KOTA
PPDB Surabaya

Inilah Cara Menghindari Bangku Kosong

Laporan Rangga Umara S. | Minggu, 16 Juni 2013 | 12:16 WIB
suarasurabaya.net - Meskipun nilai standar Ujian Nasional (UN) untuk masuk sekolah kawasan sudah diturunkan dari 8,50 menjadi 8,00 tetapi nilai itu dinilai masih cukup tinggi.

Sementara kuota siswa baru sekolah kawasan lebih banyak dibandingkan sekolah reguler. Jumlah kuota sekolah kawasan Surabaya mencapai 4.218 kursi, hampir dua kali lipat dari kuota sekolah reguler yang berjumlah 2.546 kursi.

Dengan kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Surabaya menilai ada potensi bangku kosong pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Surabaya. Apalagi konsep sekolah kawasan SMP dan SMA di Surabaya baru tahun ini diterapkan.

Menurut Yusuf Masruh Ketua Panitia PPDB Surabaya, untuk menghindari bangku kosong pihaknya akan membuka jalur umum. Tetapi ini bukan pembukaan jalur sekolah kawasan baru, melainkan hanya pemenuhan pagu dengan mengambil siswa yang sebelumnya gagal diterima di sekolah kawasan.

"Bukan pembukaan jalur masuk sekolah kawasan gelombang kedua ya, tidak ada itu. Jalur umum ini hanyalah pemenuhan pagu dengan mengambil siswa yang sebelumnya gagal diterima di sekolah kawasan, "kata Yusuf.

Mekanismenya kata dia cukup mudah, yaitu menggunakan sistem ranking dari hasil Tes Potensi Akademik (TPA) dan nilai UN.

"Kalau nanti ada siswa yang sudah diterima mengundurkan diri, maka pemenuhan pagu akan melalui jalur umum, berdasarkan hasil urutan nilai. Siswa yang ada diurutan bawah otomatis akan naik kalau urutan diatasnya mengundurkan diri atau ada kuota kosong. Artinya kuota yang kosong akan diisi dengan siswa dibawahnya, "terang Yusuf.

Dia juga menegaskan tidak ada penambahan kuota untuk memenuhi ketentuan 38 siswa dalam suatu rombogan belajar (rombel). Misalnya dalam satu rombel hanya terisi 30 orang siswa, maka tidak ada lagi pemenuhan untuk sisa bangku kosong.

"Meski ada ketentuan rombel berjumlah 38, tetapi 30 siswa itupun sudah dianggap cukup untuk melaksanakan pembelajaran dalam kelas. Jadi tidak ada pendaftaran gelombang kedua untuk sekolah kawasan. Orang tua dan siswa harus benar-benar memanfaatkan waktu pendaftaran secara optimal, "tegas Yusuf.

Seperti diketahui pendaftaran Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) di Surabaya dilakukan mulai hari ini, Minggu (16/6/2013). (ran)



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kebakaran Ketintang Timur PTT
Hendra Iswahyudi