KELANA KOTA

Surabaya Hari Ini Diserbu Pendemo

Laporan Restu Indah | Selasa, 10 September 2013 | 08:31 WIB
suarasurabaya.net - Seperti yang sudah diagendakan, hari ini (10/9/2013), ribuan buruh mendatangi Gedung Negara Grahadi di Jl. Gubernur Suryo Surabaya. Massa akan mendesak Soekarwo, Gubernur Jawa Timur menolak Instruksi Presiden (Inpres) tentang upah murah.

Jamaluddin, Juru Bicara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada Suarasurabaya.net, Senin (9/9/2013) mengatakan buruh yang akan berunjukrasa berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Gresik serta Mojokerto.

"Inpres upah murah terbukti akan membunuh buruh. Ini yang akan kita tolak," kata Jamaluddin. Melalui Inpres, pemerintah saat ini memang memberikan batasan kenaikan upah sebesar inflasi dengan batas atas maksimal 10 persen di atas inflasi tahunan untuk industri besar, dan maksimal 5 persen untuk industri padat karya dan UKM.

Inpres inilah yang kelak akan menjadi acuan bagi bupati/walikota untuk menentukan upah minimal kabupaten/kota (UMK).

Padahal, sesuai dengan Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, UMK ditetapkan berdasarkan kebutuhan hidup layak. Artinya, kenaikan upah biasanya dilatarbelakangi dengan hasil survei KHL yang besaranya rata-rata ada kenaikan sekitar 30 persen.

Jamal menilai, Perpres upah murah telah melanggar Undang-undang. "Undang-undang sudah mengatur, dan inpres sejatinya tidak boleh melanggar undang-undang," kata dia. (rst)
Editor: Eddy Prastyo



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Pasca Kebakaran di Gudang...
zaenalershonk