KELANA KOTA

Kejati Jatim Kembangkan Dugaan Korupsi Dana Demorit di PT PAL

Laporan J. Totok Sumarno | Selasa, 10 September 2013 | 17:03 WIB
suarasurabaya.net - Menguak dugaan korupsi dana demorit atau denda kapal, senilai Rp 1 miliar di PT PAL Surabaya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) mengembangkan penyidikan dengan memanggil saksi-saksi dari tiga perusahaan pelayaran.

Sebelumnya, kata Rohmadi, 10 saksi dari 3 perusahaan pelayaran, pekan lalu sudah dipanggil untk diperiksa sebagai saksi. "Kita sudah panggil 10 saksi dari tiga perusahaan pelayaran pekan lalu," ujar Rohmadi kepala seksi penyidikan pidana khusus (Kasindik Pidsus) Kejati Jatim, Selasa (10/9/2013).

Pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi dari tiga perusahaan pelayaran tersebut dilakukan agar ditemukan bukti-bukti berupa berkas pembayaran dan diskon terkait denda kapal di perusahaan PT PAL Surabaya.

Dari keterangan para saksi, Rohmadi mengungkapkan bahwa seluruhnya mengarah pada pejabat PT PAL berinisial K. “Dana demorit ada diskon. Dan diskon itu diambil oleh pejabat berinisial K tersebut,” tambah Rohmadi.

Beberapa waktu lalu Kejati Jatim, kata Rohmadi, telah menetapkan pejabat PT PAL berinisial K sebagai tersangka. Karena pejabat berinisial K sudah tidak bekerja di PT PAL, maka Kejati Jatim hanya merilis inisialnya saja.

“Kami memang belum melakukan penahanan pada K. Dan kami merilis inisial pejabat bersangkutan, karena kami khawatir yang bersangkutan justru nanti akan kabur,” tukas Rohmadi, sembari menambahkan K pernah menjabat setingkat kepala seksi di PT PAL dan kini bekerja disebuah perusahaan ekspedisi.

Sampai saat ini, Rohmadi mengaku membutuhkan keterangan dari saksi-saksi lain dalam rangka menambah bukti keterlibatan K. "Kami masih melakukan pemanggilan beberapa saksi lagi dari perusahaan pelayaran lainnya. Beberapa perusahaan pelayaran ada yang belum datang memberikan kesaksian," tegas Rohmadi pada suarasurabaya.net.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.