KELANA KOTA

UMK 2014 Jatim Tidak Berpatokan Pada Inpres

Laporan Fatkhurohman Taufik | Rabu, 16 Oktober 2013 | 14:15 WIB
suarasurabaya.net - Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Gubernur Jawa Timur memastikan penyusunan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2014 tidak akan menggunakan patokan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2013.

"Memang waktunya sudah mepet sehingga buruh tidak perlu khawatir karena kita tidak mungkin menggunakan patokan Inpres," kata Gus Ipul, usai menemui perwakilan buruh yang Rabu (16/10/2013) siang berunjuk rasa di Kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan, Surabaya.

Menurut Gus Ipul, penyusunan UMK tahun ini tetap akan seperti tahun sebelumnya. Karenanya, Gus Ipul berharap buruh tidak terlalu berlebihan menyikapi adanya Inpres terkait penyusunan UMK.

"November UMK sudah harus klir, sehingga patokan yang kita gunakan tetap seperti penyusunan UMK lama," kata dia.

Sementara itu, Hary Soegiri, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Jawa Timur, mengatakan proses penyusunan UMK Jawa Timur tahun 2014 tetap akan berpatokan pada Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.

Selain itu juga sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-01/MEN/1999 tentang Upah Minimum sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. KEP-226/MEN/2000.

Dengan demikian, penyusunan UMK tetap akan menggunakan patokan Nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL), inflasi, serta patokan UMK tahun sebelumnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya ratusan buruh dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia KEP (Kimia, Energi, dan Pertambangan) berunjuk rasa menolak penggunaan Inpres upah murah.

Selain berunjuk rasa, massa buruh juga menggelar dialog dengan Gus Ipul dan Hary Soegiri. (fik/ipg)

Teks Foto :
- Gus Ipul menerima tuntutan para buruh.
Foto : taufik suarasurabaya.net
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kebakaran Ketintang Timur PTT
Hendra Iswahyudi