RSSFacebookTwitterHandphone    Jumat, 18 April 2014 | 13:36 WIB
  Daftar!   Lupa Password?  
KELANA KOTA 
05 November 2013, 19:41:18 | Laporan Iping Supingah

Konvoi Pesilat PSHT Madiun Bentrok dengan Warga

suarasurabaya.net - Konvoi pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terlibat bentrok dengan warga di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, mengakibatkan seorang terluka akibat terkena lemparan batu, Selasa (5/11/2013).

Antara melaporkan dari Madiun, Selasa, korban luka adalah Muhammad Akbar (16), warga Pangkur, Kabupaten Ngawi. Korban mengalami luka di bagian kepala dan sempat menjalani perawatan di Klinik Bhayangkara, Kota Madiun.

"Saat itu saya dan rombongan hendak pulang ke Ngawi seusai nyekar. Tiba-tiba di lokasi ada aksi saling lempar batu dan mengenai saya. Kira-kira rombongan saya ada 50 orang," ujar Muhammad Akbar kepada wartawan.

Ia mengaku tidak tahu siapa yang menyulut emosi terlebih dahulu, sebab kejadiannya sangat cepat dan tiba-tiba saja batu sudah dilempar.

Polisi yang berpatroli langsung mengamankan kawasan sekitar. Massa yang sedang konvoi diminta melanjutkan perjalanan pulangnya ke arah Kabupaten Ngawi.

Erwin, warga sekitar Jalan Yos Sudarso, mengatakan, dirinya melihat dari rumah ada iring-iringan motor dari arah selatan. Sampai di depan Gang Rukun, jalan setempat, rombongan tersebut berhenti dan melempari rumah warga dengan batu.

"Warga yang tidak terima dengan aksi tersebut lantas membalasnya dan melempari batu juga. Sejumlah atap dan kaca rumah warga ada yang pecah," kata dia.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengamankan situasi untuk mencegah terjadinya tawuran massal. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian setempat terkait kejadian tersebut. Padahal, sebelumnya Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono telah melarang konvoi anggota perguruan silat yang melibatkan massa.

Sementara, Unggung membenarkan tidak mengeluarkan izin konvoi yang melibatkan 20 ribu orang yang diajukan koordinator lapangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Alasannya, massa sebanyak itu akan mudah memancing keributan.

"Apalagi dengan mengendarai sepeda motor berknalpot "brong" atau "racing". Warga akan terganggu dan polisi juga akan sulit mengendalikannya," ungkap Irjen Polisi Unggung seusai apel pengamanan 1 Muharram di Madiun.

Pihaknya tetap akan mengedepankan upaya preventif dan simpatik. Namun, jika memang ada yang anarkis, maka akan ditindak tegas.(ant/ipg)


Editor: Iping Supingah


1. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5. Partai Golongan Karya (Golkar)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional (PAN)
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
14. Partai Bulan Bintang (PBB)
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
Rumah Sakit Mata Undaan
Age Related Macular Degeneration, Penurunan tajam penglihatan pada orang tua sebagian besar karena proses... [detil]
Rumah Sakit Darmo
Tuli Kongenital, Deteksi Dini dan Intervensi, Pendengaran merupakan salah satu indera pada manusia yang berhubungan erat... [detil]
Rumah Sakit Premier
RS Premier Raih Sertifikat JCI, Mimpi tentang kenyamanan dan keselamatan bagi pasien, di RS Premier akan... [detil]
E 100 ON FACEBOOK 
Copyright 2012 suarasurabaya.net, All Rights Reserved FAQ Kontak