KELANA KOTA

Lomba Gebuk Bantal: Gak Penting Hadiahe, Sing Penting Meriah...

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 17 Agustus 2016 | 16:25 WIB
Lomba gebuk bantal dilaksanakan warga Dinoyo, peringati HUT ke 71 tahun Kemerdekaan Indonesia. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Suara teriakan dari pinggir sungai terdengar nyaring Rabu (17/8/2016) siang itu. Puluhan warga Dinoyo, tumpah ruah menjadi penonton sekaligus peserta dan suporter lomba gebuk bantal dan panjat pinang diatas sungai memeriahkan HUT ke 71 tahun Kemerdekaan Indonesia.

"Ayo hajar teruuuus...sikat teruuuusss!!!...jatuhkan...." teriak beberapa penonton yang menyaksikan dua warganya saling adu pukul menggunakan bantal, diatas sebuah pipa paralon yang dipasang sedemikian rupa diatas sungai.

Teriakan dan tepuk tangan semakin meriah ketika satu diantara peserta gebuk bantal jatuh ke dalam sungai. Dan ketika satu diantara peserta jatuh kedalam air sungai maka pertarungan harus dihentikan.

"Kami gelar kegiatan ini setiap tahun saat peringatan 17 Agustus, kemerdekaan Indonesia. Gak penting hadiahe, sing penting meriah. Karena itu pertandingannya bukan melulu menang atau kalah," kata Farid ketua panitia lomba.

Lomba panjat pinang mewajibkan pesertanya untuk menyusuri pipa paralon yang dibuat sedemikian rupa sehingga posisinya menjorok miring kesungai. Dan pada bagian ujungnya dipasang beberapa hadiah yang memang diperebutkan peserta.

Sedangkan lomba gebuk bantal mengharuskan dua pesertanya saling pukul menggunakan bantal agar lawan jatuh ke sungai. "Ini juga ada ibu-ibu yang ikut lomba gebuk bantal. Hadiahnya sudah tidak ada, tapi mereka tetap antusias ikut," lanjut Farid.

Kemeriahan lomba dalam peringatan HUT ke 71 tahun Kemerdekaan Indonesia di kampung Dinoyo Utara Pegadaian tidak hanya diiikuti bapak-bapak dan ibu-ibu saja, puluhan anak-anak juga memberanikan diri ikut lomba panjat pinang.(tok/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.