KELANA KOTA

DPR: Wajibkan Aparatur Pemerintah Respon Berita Hoax

Laporan Restu Indah | Senin, 09 Januari 2017 | 13:51 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Pemerintah harus mewajibkan aparaturnya di semua kementerian dan lembaga, para gubernur, bupati dan wali kota untuk lebih sigap merespons hoax atau berita bohong, untuk mengatasi lemahnya manajemen komunikasi, kata Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo.

"Kekacauan bisa ditangkal dan tertib umum akan terjaga jika aparatur pemerintah pusat dan daerah sigap meluruskan berita bohong," kata Bambang di Jakarta, Senin (7/1/2017).

"Berita yang benar dan akurat bercampur dengan hoax atau gosip, dan menyebar dengan sangat cepat dan tak terkendali," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan perkembangan berita "hoax" sudah sangat memprihatinkan, karena beroptensi menyesatkan pengertian atau pemahaman masyarakat terhadap ragam persoalan yang menjadi perhatian publik bahkan bisa memicu konflik horizontal.

Menurut dia, karena terkait erat dengan hak publik memanfaatkan Medsos, penyebaran berita "hoax" menjadi sulit ditangkal sehingga membentuk sebuah institusi untuk mencegah atau menangkal hoax tidaklah fisibel.

"Satu-satunya langkah yang cukup efektif menangkal hoax adalah kesigapan merespons berita bohong itu dengan menyebarluaskan berita yang benar dan informasi yang akurat," katanya.

Karena itu menurut dia, bagi pemerintah pusat dan daerah, peran biro Humas dan PPID pada semua K/L, kantor gubernur, bupati dan kantor Walikota menjadi sangat signifikan.

Bambang menilai Biro Humas dan PPID harus selalu siaga dari kemungkinan serangan melalui hoax karena penyebarannya saat ini sudah sampai pada tahap yang sangat memprihatinkan.

Dia menegaskan Presiden Joko Widodo perlu mendorong semua K/L, kantor gubernur, para bupati dan walikota untuk segera meningkatkan efektivitas peran biro Humas dan PPID masing-masing. (ant/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA