suarasurabaya.net - Hendra Megantara Staf Pengembangan UPTD Parkir Tepi Jalan Umum Dishub Surabaya mengatakan, uang elektronik di kartu e-payment untuk parkir meter dibatasi Rp1 juta.

"Uang elektronik dibatasi Rp1 juta, karena kalau hilang dan ditemukan orang bisa digunakan orang lain. Karena uang elektronik itu kan tidak ada PIN seperti ATM," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Senin (9/1/2016).

Untuk pencetakan kartu elektronik parkir meter ini, Pemkot akan kerjasama dengan Bank Jatim. Rencananya, sebelum habis bulan Januari ini kartu bisa dicetak untuk masyarakat.

"Sementara kami berdayakan juru parkir, ini untuk pembiasaan dulu," katanya. Pembelian kartu nantinya bisa dilakukan di retail-retail seperti membeli token.

Selain itu, Dishub akan mengangkat 25 juru parkir sebagai pekerja kontrak yang digaji UMK dan mendapat BPJS. Mereka akan membantu dalam parkir meter ini di kawasan Pemkot Surabaya.

"Mereka kami traning dulu, nanti yang akan membantu masyarakat," katanya.

Sekedar diketahui, 10 mesin parkir meter telah dipasang di kawasan Balai Kota yaitu di Jl. Sedap Malam dan Jimerto. Setiap mesin parkir bisa melayani 40 mobil di kiri kanannya. (bid/rst)
Editor: Restu Indah



KELANA KOTA

Isi Kartu Parkir Meter Dibatasi Maksimal Rp1 Juta

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 09 Januari 2017 | 14:20 WIB
Petugas Dishub menjelaskan mekanisme parkir meter elektronik kepada masyarakat di Jl. Sedap Malam. Foto: Abidin suarssursbaya.net
suarasurabaya.net - Hendra Megantara Staf Pengembangan UPTD Parkir Tepi Jalan Umum Dishub Surabaya mengatakan, uang elektronik di kartu e-payment untuk parkir meter dibatasi Rp1 juta.

"Uang elektronik dibatasi Rp1 juta, karena kalau hilang dan ditemukan orang bisa digunakan orang lain. Karena uang elektronik itu kan tidak ada PIN seperti ATM," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Senin (9/1/2016).

Untuk pencetakan kartu elektronik parkir meter ini, Pemkot akan kerjasama dengan Bank Jatim. Rencananya, sebelum habis bulan Januari ini kartu bisa dicetak untuk masyarakat.

"Sementara kami berdayakan juru parkir, ini untuk pembiasaan dulu," katanya. Pembelian kartu nantinya bisa dilakukan di retail-retail seperti membeli token.

Selain itu, Dishub akan mengangkat 25 juru parkir sebagai pekerja kontrak yang digaji UMK dan mendapat BPJS. Mereka akan membantu dalam parkir meter ini di kawasan Pemkot Surabaya.

"Mereka kami traning dulu, nanti yang akan membantu masyarakat," katanya.

Sekedar diketahui, 10 mesin parkir meter telah dipasang di kawasan Balai Kota yaitu di Jl. Sedap Malam dan Jimerto. Setiap mesin parkir bisa melayani 40 mobil di kiri kanannya. (bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA