suarasurabaya.net - Dua tersangka pembunuhan Yayuk memperagakan 36 adegan mulai dari perencanaan pembunuhan hingga eksekusi sampai membuang jenazahnya ke Sungai Surabaya di bawah Jembatan Tol Gunungsari.

Yayuk merupakan korban pembunuhan yang jenazahnya ditemukan di Ekowisata Mangrove Wonorejo pada 22 Desember 2016 lalu.

Dua tersangkanya Aldo (18) dan Clinton (18) memperagakan adegan demi adegan dengan pengawalan ketat Unit Rsmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

AKBP Shinto Silitonga Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, rekonstruksi pembunuhan korban atas nama Yang dilakukan di 3 tempat di Dukuh Menanggal tempat kos tersangka dan 1 tempat bawah Jembatan Tol Gunungsari.

"Dari rekontruksi ini, jelas terlihat pembunuhan ini berencana. Ini tidak berprikemanusiaan, dua tersangka masih sangat muda tega menghabisi temannya sendiri," katanya di lokasi.

Menurut Shinto, di dalam 36 adegan ini penyidik dapat disimpulkan pembunuhan ini terencana. Jaksa penuntut umum bisa dengan mudah menyatakan ini sempurna.

"Berkas akan kami serahkan Minggu ini. Ini sangat kejam, tersangka dengan lugas melakukan rekonstruksi, tanpa ada penyesalan. Padahal korban teman dekatnya dan ada rasa saling suka," katanya.

Pembunuhan ini bermotif ekonomi. Karena salah satu tersangka yang merupakan pacar korban sudah mengetahui setiap di tanggal 17, korban menerima gaji dari pekerjaannya. Bahkan, tersangka juga tahu kalau setengah dari gaji korban diberikan ke ibunya dan setengahnya lagi dibawa.

"Di sinilah tersangka yakin betul jika korban masih membawa uang Rp500 ribu, sehingga diatur rencana jahat hingga menghabisi nyawa korban. Tapi, yang didapat ternyata di dompet korban hanya ada uang Rp80 ribu," kata Shinto.

Modus memberikan surprise dengan menutup mata korban, menjadi titik kejam eksekusi tersangka saat membunuh korban. Dua tersangka juga sengaja memilih tempat dekat sungai yang sepi untuk eksekusi.

Diberitakan sebelumnya, Unit Reserse Mobile Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap misteri pembunuhan Yayuk karyawati Matahari Departmen Store yang jenazahnya ditemukan di Ekowisata Mangrove Wonorejo pada 22 Desember 2016. 

Dua pelaku masih pelajar SMA dan merupakan teman dekat korban. Motif pelaku nekat membunuh korban, lantaran ingin merampas uang gajian dan mengambil motor milik korban.

Aldo 18 tahun, warga jalan menanggal Surabaya dan CD alias Clinton, 18 tahun, warga jalan Keputih Surabaya telah bersekongkol menghabisi nyawa Yayuk hanya karena ingin merampas uang dan motor korban. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



KELANA KOTA

Rekonstruksi Pembunuhan Yayuk, Dua Tersangka Peragakan 36 Adegan

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 09 Januari 2017 | 21:10 WIB
Dua tersangka pembunuhan Yayuk memperagakan adegan ke 20 saat tiba di bawah jembatan tol Gunungsari. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dua tersangka pembunuhan Yayuk memperagakan 36 adegan mulai dari perencanaan pembunuhan hingga eksekusi sampai membuang jenazahnya ke Sungai Surabaya di bawah Jembatan Tol Gunungsari.

Yayuk merupakan korban pembunuhan yang jenazahnya ditemukan di Ekowisata Mangrove Wonorejo pada 22 Desember 2016 lalu.

Dua tersangkanya Aldo (18) dan Clinton (18) memperagakan adegan demi adegan dengan pengawalan ketat Unit Rsmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

AKBP Shinto Silitonga Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, rekonstruksi pembunuhan korban atas nama Yang dilakukan di 3 tempat di Dukuh Menanggal tempat kos tersangka dan 1 tempat bawah Jembatan Tol Gunungsari.

"Dari rekontruksi ini, jelas terlihat pembunuhan ini berencana. Ini tidak berprikemanusiaan, dua tersangka masih sangat muda tega menghabisi temannya sendiri," katanya di lokasi.

Menurut Shinto, di dalam 36 adegan ini penyidik dapat disimpulkan pembunuhan ini terencana. Jaksa penuntut umum bisa dengan mudah menyatakan ini sempurna.

"Berkas akan kami serahkan Minggu ini. Ini sangat kejam, tersangka dengan lugas melakukan rekonstruksi, tanpa ada penyesalan. Padahal korban teman dekatnya dan ada rasa saling suka," katanya.

Pembunuhan ini bermotif ekonomi. Karena salah satu tersangka yang merupakan pacar korban sudah mengetahui setiap di tanggal 17, korban menerima gaji dari pekerjaannya. Bahkan, tersangka juga tahu kalau setengah dari gaji korban diberikan ke ibunya dan setengahnya lagi dibawa.

"Di sinilah tersangka yakin betul jika korban masih membawa uang Rp500 ribu, sehingga diatur rencana jahat hingga menghabisi nyawa korban. Tapi, yang didapat ternyata di dompet korban hanya ada uang Rp80 ribu," kata Shinto.

Modus memberikan surprise dengan menutup mata korban, menjadi titik kejam eksekusi tersangka saat membunuh korban. Dua tersangka juga sengaja memilih tempat dekat sungai yang sepi untuk eksekusi.

Diberitakan sebelumnya, Unit Reserse Mobile Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap misteri pembunuhan Yayuk karyawati Matahari Departmen Store yang jenazahnya ditemukan di Ekowisata Mangrove Wonorejo pada 22 Desember 2016. 

Dua pelaku masih pelajar SMA dan merupakan teman dekat korban. Motif pelaku nekat membunuh korban, lantaran ingin merampas uang gajian dan mengambil motor milik korban.

Aldo 18 tahun, warga jalan menanggal Surabaya dan CD alias Clinton, 18 tahun, warga jalan Keputih Surabaya telah bersekongkol menghabisi nyawa Yayuk hanya karena ingin merampas uang dan motor korban. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko
X
BACA LAINNYA