KELANA KOTA

Balai Kota Mulai Dilirik Sebagai Wisata Cagar Budaya Surabaya

Laporan Denza Perdana | Rabu, 11 Januari 2017 | 22:31 WIB
Satu di antara beberapa wisatawan yang berkunjung ke Balai Kota Surabaya, Rabu (11/1/2017). Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Sandarnya Kapal Pesiar MS Seabourn Encore dari Amerika Serikat yang memuat 650 penumpang, Rabu (11/1/2017) menjadi peluang untuk mengenalkan bermacam destinasi wisata di Surabaya.

Salah satunya, Balai Kota Surabaya yang merupakan salah satu bangunan cagar budaya peninggalan penjajahan Belanda yang kini berfungsi sebagai Kantor Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.

Dayu Kade Asritami Kabid Promosi Wisata Dinas Pariwisata Surabaya mengatakan, ada 86 orang turis Amerika yang berkunjung ke Balai Kota Surabaya.

"Ada dua City Tour yang ditawarkan. Selain rute ke Balai Kota, ada rute mengunjungi kawasan Wisata Mangrove. Ada 40 wisatawan yang berminat ke Wisata Mangrove," ujarnya di Balai Kota.

Mereka, 86 turis yang berkunjung ke Balai Kota, sebelumnya sudah mengikuti tur dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke House of Sampoerna, kemudian ke Monumen Kapal Selam (Monkasel), dan sempat jalan-jalan di kawasan Kayoon.

Pengenalan Balai Kota Surabaya sebagai bangunan cagar budaya, menurut Dayu menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu asing.

"Responsnya positif, operator kapal pesiar juga antusias bekerjasama dengan Pemkot Surabaya. Karena menurut mereka, Surabaya satu-satunya kota yang ramah menyambut tamu," katanya.

Bagaimana tidak, tiba di Balai Kota, para wisatawan sudah mendapat sambutan berupa Tari Lenggang Surabaya dan Tari Reog lengkap dengan sepasang dadak merak.

Mereka juga mendapat sajian khas Surabaya, dari Kelepon sampai Sinom. Sambil menikmati makanan itu, mereka berkeliling gedung Balai Kota.

"Saya sangat senang berada di Surabaya, orang-orangnya menyenangkan, kotanya sangat bagus dan kami menikmati waktu kami berkunjung kesini," kata Ann Marie Solomon, satu di antara penumpang kapal MS Seabourn Encore.

Dia mengatakan, Surabaya sangat panas. Tapi tidak kurang rasa apresiasinya atas Kota Pahlawan yang tertata rapi. Dia juga mengapresiasi bangunan Balai Kota Surabaya yang baru pertama dia kunjungi.(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.