KELANA KOTA

TL Mayjend Sungkono-Bintang Diponggo Mulai Diujicoba Hari Ini

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 12 Januari 2017 | 10:23 WIB
Traffic Light (TL) Jalan Mayjend Sungkono-Bintang Diponggo, Surabaya mulai dibuka dan diujicobakan mulai Kamis (12/1/2017) pagi. Foto: Eddy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Traffic Light (TL) Jalan Mayjend Sungkono-Bintang Diponggo, Surabaya mulai dibuka dan diujicobakan mulai Kamis (12/1/2017) pagi ini hingga seminggu ke depan.

Robben Rico Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Pemkot Surabaya mengatakan, uji coba TL ini dilakukan dengan menutup u-turn di depan mall Ciputra World Surabaya.

"Semua kendaraan kami akomodir di simpang. Misalnya semua kendaraan yang dari arah barat (TVRI, red) jika ingin kembali ke Satelit maka berputar baliknya belok kiri masuk ke Bintang Diponggo kemudian putar balik lanjut belok ke kanan masuk Mayjend Sungkono," kata Robben pada suarasurabaya.net.

Kata Robben, ini juga berlaku bagi kendaraan yang dari arah timur (Indragiri, red). Kendaraan yang ingin kembali ke Jalan Indragiri, putar baliknya belok kanan di simpang masuk ke Jalan Diponggo lalu belok kiri masuk ke jalan Mayjend Sungkono.

Untuk kendaraan dari arah barat yang akan masuk ke perumahan Kris Kencana juga dilewatkan melalui jalan Diponggo-putar balik melintas di persimpangan kemudian masuk ke perumahan Kris Kencana.

Tujuan dari diberlakukannya TL ini, kata dia, ingin menghidupkan kembali fungsi jalan Diponggo yang selama ini hampir tidak pernah dilewati pengguna jalan. Pengaktifan kembali jalan Diponggo ini sebagai jalan alternatif kendaraan menuju ke jalan Dukuh Kupang dan bisa mengakomodir simpang di depan TVRI.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya ingin memaksimalkan ruang lalu lintas di jalan Mayjend Sungkono yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat karena terjadi kepadatan arus lalu lintas.

Untuk sosialisasi uji coba TL ini, kata dia, pihaknya bekerjasama dengan Satlantas Polrestabes Surabaya tentang fase dan pergerakan yang ada di TL ini.

"Selama ini orang paling takut masuk jalur paling kanan dari arah barat karena posisi di depan existingnya ada u-turn. Takut kalau posisinya salah masuk arah mereka tidak bisa keluar. Nah, posisi kita menghilangkan u-turn ini fungsi lajur paling kanan bisa digunakan maksimal untuk arah dari barat ke timur maupun arah sebaliknya," ujarnya. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.