KELANA KOTA

Minta Keadilan, Ratusan Guru Swasta Unjuk Rasa di DPR RI

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 12 Januari 2017 | 12:14 WIB
Ratusan guru swasta yang sebagian besar perempuan tergabung dalam PGSI berunjuk rasa di DPR RI menuntut revisi UU ASN. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sekitar 300 guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) melakukan unjuk rasa di DPR RI.

Tepat di depan pintu gerbang gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, mereka minta agar revisi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak diskriminatif, dan bisa berlaku adil terhadap guru-guru swasta yang berwiyata di sekolah-sekolah swasta. Selain itu, mereka juga menuntut adanya Pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Jika revisi tersebut mendiskriminasikan dan memperlakukan tidak adil kepada guru swasta, sebagaimana Peraturan Pemerintah (PP) nomor 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), maka PGSI akan menggelar aksi besar-besaran, dan akan melakukan mogok massal.

"Kita sepakat, apabila tuntutan ini sampai tidak dipenuhi, kita mogok tidak ngajar. Seluruh kabupaten/kota, kita satu minggu tidak ngajar, biar diajar oleh guru-guru yang katanya PNS itu," ujar satu perwakilan guru yang sedang berorasi dengan pengeras suara disambut dengan teriakan setuju oleh peserta unjuk rasa, Kamis (12/1/2017).

Sementara di luar gedung para pengunjuk rasa melakukan orasi-orasi, puluhan perwakilan guru swasta ini juga akan diterima komisi X DPR RI.

Sejauh ini unjuk rasa yang sebagian besar guru-guru swasta perempuan ini berlangsung tertib. Selain membawa poster dan spanduk, mereka juga membawa instrumen musik kendang, kentongan dan galon air mineral kosong untuk bunyi-bunyian selama mereka berunjuk rasa.(faz/ipg)

Teks Foto:
- Ratusan guru swasta ini selain membawa poster dan spanduk, mereka juga membawa instrumen kendang, kentongan dan galon air mineral kosong untuk bunyi-bunyian selama aksi.
Foto: Faiz suarasurabaya.net
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko