KELANA KOTA
Beberapa Jam Diujicoba

Banyak Pengguna Jalan Belum Tahu Rekayasa Lalin Mayjend Sungkono

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 12 Januari 2017 | 14:03 WIB
Uji coba Traffic Light (TL) Simpang Mayjend Sungkono-Bintang Diponggo dimulai, Kamis (12/1/2017). U-Turn depan Gedung Juang 45 ditutup, untuk kendaraan yang akan putar balik bisa belok ke arah Bintang Diponggo. Foto: Surabaya Traffic Service
suarasurabaya.net - Usai berjalan selama beberapa jam ternyata masih banyak pengguna jalan yang tidak mengetahui adanya rekayasa lalu lintas terkait uji coba TL Mayjend Sungkono-Bintang Diponggo, Surabaya.

Robben Kasie Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surabaya mengatakan, posisi di titik lokasi simpang barunya tidak ada masalah. Namun u-turn di dekat masjid Athohiriyah kendaraan yang mau putar balik banyak yang tidak tahu kalau ada rekayasa lalu lintas.

"Tadi sempat ada kendaraan parkir juga di u-turn masjid At Thohiriyah. Tadi memang sempat ditutup tapi sekarang sudah dibuka lagi," kata Robben pada Radio Suara Surabaya.

Kata Robben, masih belum ada komplain yang berarti terkait uji coba TL ini tapi pihaknya akan terus melakukan evaluasi. "Agar pengguna jalan juga banyak yang semakin paham maka akan dilakukan pengecatan marka di lokasi," ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, Dishub akan melakukan 3 fase yakni:
1. Kendaraan dari Mayjend Sungkono ke arah Satelit dan Indragiri akan dilepas bersamaan,
2. Kendaraan dari Indragiri ke Satelit tetap jalan. Ditambah dari Indragiri ke arah Bintang Diponggo itu juga jalan,
3. Jalan Mayjend Sungkono dua arah tutup semua sehingga kendaraan dari Bintang Diponggo turun Mayjend Sungkono ke arah Satelit bisa jalan.

"Sebenarnya hampir sama fasenya dengan TL TVRI. Kendaraan yang keluar dari Hotel Ciputra tidak boleh langsung belok ke Bintang Diponggo. Seminggu ini kita akan evaluasi terus-menerus," katanya. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.