suarasurabaya.net - Setelah ditemui oleh Syaifullah Yusuf Wakil Gubernur Jatim di kantornya, ratusan massa aksi Bela Rakyat melanjutkan aksinya di depan Gedung DPRD Jatim Jl Indrapura, Kamis (12/1/2017).

Ratusan mahasiswa mencoba masuk gedung DPRD Jatim dengan cara menerobos pagar yang diamankan barikade aparat kepolisian.

AKBP Bambang Sukmo Wibowo Kabagops Polrestabes Surabaya sudah mengarahkan agar massa tidak menerobos gerbang kantor wakil rakyat ini, tapi mereka tidak menghiraukan arahan itu.

Buntut terus merangseknya massa pengunjuk rasa, satu di antara beberapa mahasiswa itu ditangkap karena dianggap memprovokasi.

"Teman kita ditangkap, ayo kita masuk kita jemput teman kita," kata salah satu orator berupaya menggerakkan massa pengunjuk rasa. Aksi merangsek dan penghadangan dari polisi sempat terjadi.

AKBP Bambang telah mengarahkan jika cukup perwakilan saja yang boleh masuk untuk audiensi dengan anggota DPRD. Tapi, massa tetap ingin masuk semuanya.

Sebelum menyampaikan orasinya, ratusan massa terlebih dulu melakukan shalat di Masjid Raoudhotul Musyawaroh Kemayoran Jl Indrapura. Unjuk rasa dari BEM Se-Jatim ini adalah bagian aksi serentak BEM seluruh Indonesia (BEM SI) yang digelar serempak di 19 titik di Indonesia.

Mereka membawa tuntutan antara lain:

1. Menolak dengan tegas PP No.60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) untuk mencabut PP tersebut.

2. Menuntut Presiden Jokowi-JK untuk membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat.

3. Mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling cuci tangan dengan kebijakan yang dibuatnya.

4. Menuntut pemerintah untuk transparansi dan sosialisasi dalam setiap menentukan suatu kebijakan.

5. Menolak kenaikan tarif listrik golongan 900 VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900 VA. (bid)
Editor: Restu Indah



KELANA KOTA

Ratusan Massa Aksi Bela Rakyat Merangsek Masuk Kantor DPRD Jatim

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 12 Januari 2017 | 14:53 WIB
Satu di antara beberapa mahasiswa aksi bela rakyat di gedung DPRD Provinsi Jatim ditangkap. Sempat terjadi kericuhan di lokasi, Kamis (12/1/2017). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Setelah ditemui oleh Syaifullah Yusuf Wakil Gubernur Jatim di kantornya, ratusan massa aksi Bela Rakyat melanjutkan aksinya di depan Gedung DPRD Jatim Jl Indrapura, Kamis (12/1/2017).

Ratusan mahasiswa mencoba masuk gedung DPRD Jatim dengan cara menerobos pagar yang diamankan barikade aparat kepolisian.

AKBP Bambang Sukmo Wibowo Kabagops Polrestabes Surabaya sudah mengarahkan agar massa tidak menerobos gerbang kantor wakil rakyat ini, tapi mereka tidak menghiraukan arahan itu.

Buntut terus merangseknya massa pengunjuk rasa, satu di antara beberapa mahasiswa itu ditangkap karena dianggap memprovokasi.

"Teman kita ditangkap, ayo kita masuk kita jemput teman kita," kata salah satu orator berupaya menggerakkan massa pengunjuk rasa. Aksi merangsek dan penghadangan dari polisi sempat terjadi.

AKBP Bambang telah mengarahkan jika cukup perwakilan saja yang boleh masuk untuk audiensi dengan anggota DPRD. Tapi, massa tetap ingin masuk semuanya.

Sebelum menyampaikan orasinya, ratusan massa terlebih dulu melakukan shalat di Masjid Raoudhotul Musyawaroh Kemayoran Jl Indrapura. Unjuk rasa dari BEM Se-Jatim ini adalah bagian aksi serentak BEM seluruh Indonesia (BEM SI) yang digelar serempak di 19 titik di Indonesia.

Mereka membawa tuntutan antara lain:

1. Menolak dengan tegas PP No.60 Tahun 2016 dan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) untuk mencabut PP tersebut.

2. Menuntut Presiden Jokowi-JK untuk membuat kebijakan yang pro terhadap rakyat.

3. Mengecam keras pemerintah dan jajarannya yang saling cuci tangan dengan kebijakan yang dibuatnya.

4. Menuntut pemerintah untuk transparansi dan sosialisasi dalam setiap menentukan suatu kebijakan.

5. Menolak kenaikan tarif listrik golongan 900 VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif listrik golongan 900 VA. (bid)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA