suarasurabaya.net - Taufik Hermawan Kasie Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Juanda memperkirakan, hujan deras disertai petir dan angin kencang yang saat ini terjadi di beberapa kawasan Surabaya akan berlangsung selama 30 menit hingga 80 menit sejak peringatan dini terjadinya hujan disertai angin kencang pada pukul 15.30 WIB tadi.

"Dari visual di Juanda yang saya lihat, juga dari citra radar cuaca di kantor kami memang cenderung menurun. Tapi kalau saya lihat dari blocking awan CB (Cumulonimbus) di Citra Radar kami, Surabaya Timur masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Demikian juga di Surabaya Selatan, masih di bawah naungan awan CB yang cukup pekat," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (12/1/2017).

Taufik menyebutkan, selama hujan disertai angin kencang ini, kecepatan angin meningkat cukup signifikan. Dari kecepatan normal antara 5 hingga 30 kilometer per jam menjadi 30 hingga 65 kilometer per jam, atau antara 15 hingga 35 knot per jam. "Betul, kecepatan angin ini cukup signifikan," katanya.

Sementara itu, beberapa netter facebook e100 dan pendengar Radio Suara Surabaya sempat melaporkan terjadinya hujan es di beberapa kawasan di Surabaya. Antara lain di kawasan Warugunung, Karangpilang; kawasan Driyorejo, Gresik; dan kawasan Taman, Sidoarjo. Taufik mengatakan, hal itu sangat mungkin terjadi.

"Surabaya Timur tadi itu memang ada awan CB sebelum hujan dan sesudah hujan. Kondisi hujan es bisa terjadi, ketika hujan tersebut didahului pembentukan awan CB. Karakteristik awan CB, kalau top cloud (tinggi puncak awan) di atas 5 kilometer hingga 10 kilometer bisa mengakibatkan terjadinya hujan es," katanya.

Sementara, dia juga mengatakan bahwa potensi angin puting beliung pada kondisi cuaca seperti ini juga mungkin tejadi. Sebab, sebagaimana terpantau di Citra Radar, kumpulan awan CB terdapat di beberapa daerah di Jatim termasuk Surabaya dan Sidoarjo.

"Tapi dari jaringan komunikasi sosmed kami, belum ada laporan dari masyarakat yang mengalami puting beliung. Sangat dimungkinkan terjadi, karena bloking awan yang terjadi di beberapa kawasan," katanya.(den)


KELANA KOTA

BMKG: Hujan Es dan Puting Beliung Sangat Mungkin Terjadi

Laporan Denza Perdana | Kamis, 12 Januari 2017 | 16:49 WIB
Citra Radar BMKG Juanda dalam peringatan dini hujan disertai angin kencang, Kamis (12/1/2017). Foto: BMKG Juanda
Terkait
suarasurabaya.net - Taufik Hermawan Kasie Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Juanda memperkirakan, hujan deras disertai petir dan angin kencang yang saat ini terjadi di beberapa kawasan Surabaya akan berlangsung selama 30 menit hingga 80 menit sejak peringatan dini terjadinya hujan disertai angin kencang pada pukul 15.30 WIB tadi.

"Dari visual di Juanda yang saya lihat, juga dari citra radar cuaca di kantor kami memang cenderung menurun. Tapi kalau saya lihat dari blocking awan CB (Cumulonimbus) di Citra Radar kami, Surabaya Timur masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Demikian juga di Surabaya Selatan, masih di bawah naungan awan CB yang cukup pekat," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (12/1/2017).

Taufik menyebutkan, selama hujan disertai angin kencang ini, kecepatan angin meningkat cukup signifikan. Dari kecepatan normal antara 5 hingga 30 kilometer per jam menjadi 30 hingga 65 kilometer per jam, atau antara 15 hingga 35 knot per jam. "Betul, kecepatan angin ini cukup signifikan," katanya.

Sementara itu, beberapa netter facebook e100 dan pendengar Radio Suara Surabaya sempat melaporkan terjadinya hujan es di beberapa kawasan di Surabaya. Antara lain di kawasan Warugunung, Karangpilang; kawasan Driyorejo, Gresik; dan kawasan Taman, Sidoarjo. Taufik mengatakan, hal itu sangat mungkin terjadi.

"Surabaya Timur tadi itu memang ada awan CB sebelum hujan dan sesudah hujan. Kondisi hujan es bisa terjadi, ketika hujan tersebut didahului pembentukan awan CB. Karakteristik awan CB, kalau top cloud (tinggi puncak awan) di atas 5 kilometer hingga 10 kilometer bisa mengakibatkan terjadinya hujan es," katanya.

Sementara, dia juga mengatakan bahwa potensi angin puting beliung pada kondisi cuaca seperti ini juga mungkin tejadi. Sebab, sebagaimana terpantau di Citra Radar, kumpulan awan CB terdapat di beberapa daerah di Jatim termasuk Surabaya dan Sidoarjo.

"Tapi dari jaringan komunikasi sosmed kami, belum ada laporan dari masyarakat yang mengalami puting beliung. Sangat dimungkinkan terjadi, karena bloking awan yang terjadi di beberapa kawasan," katanya.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko