KELANA KOTA

Evakuasi Trailer Terus Lanjut, Meski Hujan Angin

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 12 Januari 2017 | 17:25 WIB
Situasi di Tol Perak-Waru KM 2.100 saat proses evakuasi trailer yang menabrak pembatas tol dan nyemplung di Bozem Morokrembangan, Kamis (12/1/2017). Evakuasi terutama mencari sopir truk yang diduga masih terjebak di kabin truk. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Evakuasi trailer yang menabrak pembatas tol dan tercebur ke Bozem Morokrembangan, hingga Kamis (12/1/2017) sore masih berlangsung. Meski hujan disertai angin, petugas baik dari Dinas Kebakaran Kota Surabaya juga Basarnas Surabaya masih tetap melakukan proses evakuasi.

Hingga sekitar pukul 16.30 WIB, dua alat berat backhoe milik Dinas PU Bina Marga Surabaya telah diterjunkan di lokasi, terutama untuk proses menarik kabin atau kepala truk yang memuat kontainer kosong itu.

Letak kepala truk sudah berhasil diketahui, namun posisi sopir masih dalam pencarian.

Chandra Oratmangun Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya berdiri di alat berat memberi instruksi pencarian sopir. Petugas linmas bahkan sudah menyiapkan kantong jenazah.

Skenario evakuasi ini, menurut informasi yang didapat suarasurabaya.net, pertama kepala truk akan diangkat dengan crane salah satu jenis alat berat yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya.

Selanjutnya, pada posisi tersebut, dua petugas dengan pengaman tali yang tersangkut di atas backhoe akan menyisir keberadaan sopir yang masih terjebak di kabin truk.

Kurang lebih sudah 3 jam setengah evakuasi berlangsung sejak proses menabraknya trailer itu sekitar pukul 13.00 WIB. Mulai dari menggaruk lumpur serta menyemprotkan air dari atas untuk membuka ketebalan lumpur di permukaan bozem.

Tidak lama kemudian, crane yang akan dimanfaatkan untuk evakuasi kepala truk sesuai skenario di atas telah tiba ke lokasi. Crane ini diletakkan di jalan tol agar bisa mengangkat kepala truk.

Sementara, Kondisi lalu lintas di tol Perak arah Waru di KM 2.100 sedikit terjadi kepadatan karena selain crane juga berderet mobil Basarnas dan PMK untuk keperluan evakuasi.

Demikian halnya jalan raya yang mengarah ke Jalan Kalianak juga mengalami kepadatan, karena banyaknya orang melihat evakuasi di bawah tol. (bid/den/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.