KELANA KOTA

Jaksa : Pelepasan Aset PT PWU Terjadi Sebelum Adanya Penawaran

Laporan Bruriy Susanto | Selasa, 17 Januari 2017 | 17:03 WIB
Dahlan Iskan terdakwa kasus korupsi pelepasan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) seusai persidangan, Selasa (17/1/2017). Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, transaksi jual beli tanah milik PT Panca Wira Usaha (PWU) di Tulungagung yang menjerat Dahlan Iskan terjadi sebelum adanya pembukaan penawaran.

Trimo, JPU dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menjelaskan, Budi Rahardjo, saksi yang saat terjadi pelepasan aset menjadi staf keuangan PT PWU mengaku pertama kali menerima uang masuk pada tanggal 30 Agustus 2003 dengan nilai sebesar Rp500 juta.

"Kemudian 2 September 2003, dan yang intinya semuanya sudah masuk totalnya sekitar Rp8,750 miliar. Sedangkan penawaran baru dibuka pada 8 September 2003," kata Trimo, kepada suarasurabaya.net, Selasa (17/1/2017).

Menurut Trimo, hal ini menunjukkan sudah ada kesepakatan terlebih dahulu. "Buktinya, uang sudah masuk terlebih dahulu, dan itu diakui juga dikatakan saksi di bagian keuangan," ujar dia.


Sementara, untuk aset milik BUMD Provinsi Jawa Timur tersebut di Kediri, uang hasil penjualan dengan nilai sekitar Rp16 miliar telah diterima terlebih dahulu pada 3 Juni 2003. Setelah itu baru dimasukkan ke dalam kas perusahaan pada 24 Juni 2003. "Sedangkan untuk pembukaan penawaran baru pada 16 Juni 2003," ujarnya.

Menanggapi pernyataan JPU, Agus Dwi Harsono salah satu kuasa hukum Dahlan Iskan mengatakan hal itu baru bisa dibuktikan melalui keterangan saksi lainnya. "Satu saksi yang paham itu Sam Santoso. Saksi inilah yang mengerti saat terjadinya pelepasan aset," kata Agus.

Menurutnya, keterangan lima orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih berpihak pada Dahlan Iskan. "Keterangan saksi sudah jelas. Kalau para saksi itu tidak pernah ikut dalam rapat pelepasan aset," ujar Agus.

Perlu diketahui, kasus pelepasan tanah milik PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kediri dan Tulungagung terjadi pada tahun 2003. Kejaksaan tinggi Jawa Timur mulai menangani kasus ini pada tahun 2015. Pada 6 Oktober 2016 penyidik menetapkan Wisnu Wardhana sebagai tersangka.

Setelah itu, menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka pada 27 Oktober 2016. Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Direktur utama PT PWU dinilai mengetahui dan menyetujui pelepasan aset tersebut.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mendakwa Dahlan Iskan melakukan tindak pidana korupsi korupsi dan melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(bry/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.