KELANA KOTA

Ini Rencana Risma Tingkatkan Kualitas SDM Surabaya

Laporan Denza Perdana | Sabtu, 04 Februari 2017 | 05:32 WIB
Tri Rismaharini Walikota Surabaya saat mengunjungi Pasar Keputran. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pembangunan Infrastruktur di Surabaya, diakui oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya masih belum lengkap seperti yang dia harapkan. Namun, waktu masih berjalan, pembangunan infrastruktur di kota pahlawan pun demikian.

Tapi perhatiannya kini terpusat pada pembangunan manusia di Surabaya. Dia sedang menyiapkan sumber daya manusia Surabaya yang mampu bersaing, tidak hanya dalam persaingan nasional tapi juga global.

Risma mencontohkan, di Surabaya, bisnis properti masih akan terus bertumbuh. Dia membandingkan dengan Jakarta, yang menurutnya, pada Desember 2016 lalu hampir tidak ada transaksi properti.

"Kalau PBB saya masih bisa menargetkan tinggi. Tapi pajak properti saya kira enggak bisa ditarget begitu. Eh, ternyata pencapaiannya tinggi. Sampai 105 persen kalau enggak salah," ujarnya di Rumah Dinas, Jumat (3/2/2017).

Potensi pertumbuhan bisnis di Surabaya inilah yang membuat Risma termotivasi meningkatkan kualitas SDM warga Surabaya. Tidak hanya di bidang properti, Risma ingin warga Surabaya secara luas mampu bersaing di segala bidang.

"Kalau saya tidak siapkan SDM, orang Surabaya hanya akan menjadi penonton. Sementara dari kota lain, yang punya SDM bagus, akan berdatangan ke Surabaya," ujarnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Surabaya yang terbilang tumbuh dengan baik tidak cukup memuaskan wali kota perempuan pertama di kotanya para bonek ini.

Risma ingin generasi muda di Surabaya sekolah lebih tinggi dari hanya jenjang SMA/SMK. Anak-anak Surabaya, kata Risma, minimal harus mencapai jenjang perguruan tinggi Diploma III (D3).

"Tak carikan beasiswa. Ini aku lagi dapat beasiswa dari Bank Mayapada Rp5 miliar. Supaya anak-anak yang tidak mampu itu bisa lanjut ke D3. Tapi, kami yang tentukan jurusannya, supaya sesuai kebutuhan sekarang," katanya.

Soal beasiswa ini, dia mencontohkan 23 siswa Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya yang mendapatkan beasiswa dari Garuda Indonesia untuk melanjutkan sekolah.

Rencananya, April 2017 ini, para siswa itu sudah lulus. Pekerjaan di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia sudah menanti mereka.

"Katanya itu maintenance pesawat terbang terbesar se-Asia. Garuda butuh banyak. Dan beasiswa ini jalan terus. Yang bahasa Inggrisnya bagus, bisa ditempatkan di luar negeri," ujarnya.

Tidak hanya siswa ATKP, Risma juga telah berkomunikasi dengan KBRI Doha, Qatar, agar mencarikan peluang kerja bagi siswa yang telah menjalani pelatihan Kementerian ESDM di fasilitas minyak Cepu.

"Di Undang-Undang Pendidikan, kewajiban pemerintah memang hanya sampai SMA. Tapi gimana caranya tak carikan supaya mereka ini bisa sekolah lebih tinggi," ujarnya.

Sampai saat ini, Risma juga masih berupaya, agar anak-anak tidak mampu di jenjang sekolah menengah bisa tetap bersekolah tanpa beban biaya. Senin (6/2/2017) depan, Risma akan bertolak ke Jakarta untuk mengkonsultasikan hal ini.

"Saya ajak tim Polda dan Kejati ke Jakarta. Konsultasi, gimana supaya bantuan untuk anak-anak SMA/SMK ini lanjut. Next-nya bagaimana? Hibah itu kan tidak boleh terus menerus. Tahun berikutnya bagaimana? Masalah lagi," katanya.

Tidak hanya soal pendidikan formal, Risma juga akan meningkatkan pendidikan informal di Surabaya. Sebab menurutnya, penentu daya saing warga, selain pendidikan tinggi, juga kesehatan dan kemampuan komunikasi.

"Makanya di BLC (Broadband Learning Center) sekarang pelatihannya tidak cuma ngetik. Tapi bagaimana warga juga bisa bertransaksi online, misalnya. Pokoknya grade-nya harus meningkat," kata Risma.

Nanti bila pembangunan infrastruktur bawah tanah di Balai Pemuda telah selesai, Risma berencana membuka training untuk warga Surabaya mengenai diversifikasi usaha.

"Tujuan saya, supaya ruang atau kapasitas warga bisa berproduksi itu bertambah. Maksudnya, mereka bisa kerja ikut orang, tapi kalau mau buka usaha, mereka bisa mengembangkan lebih besar lagi," ujarnya.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA