KELANA KOTA

Komnas Anak: Sindikat Kejahatan Seksual Internasional Mengintai Anak Indonesia

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 18 Maret 2017 | 12:43 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas Perlindungan Anak mengatakan, sekarang ini anak-anak Indonesia sedang menghadapi ancaman sindikat pornografi internasional. Indonesia mulai menjadi bidikan predator anak berjaringan internasional.

"Ini kabar tidak baik untuk anak Indonesia. Ini menakutkan. Bahkan, incarannya tidak lagi usia belasan tahun tapi juga anak-anak balita. Fenomena menakutkan ini harus dicarikan solusi. Saatnya membangun kekuatan bersama untuk melawan ancaman ini," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (18/3/2017).

Arist mengatakan, tahun 2016 lalu Komnas Perlindungan Anak bersama Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya sudah mulai menyelidiki adanya sindikat internasional prostitusi anak. "Teryata benar sekarang telah terbongkar dan ini bukti jika anak-anak dalam ancaman sekarang ini," katanya.

Arist mengatakan, berdasarkan laporan di instansi-instansi pemerintah dan penegak hukum pelaporan kejahatan anak semakin tinggi. Dari 100 persen kejahatan, 58 persennya masuk kejahatan seksual anak.

Dari banyak kasus kejahatan seksual anak, rata-rata pelakunya orang terdekat. Hal ini sudah meluas terjadi di seluruh daerah tapi penegakan hukumnya, kata Arist, masih lemah.

Menurut Aris salah satu yang tengah digalakkan untuk melawan ancaman kejahatan anak ini adalah dengan gerakan perlindungan anak hingga ke kampung-kampung. Sayangnya gerakan yang dilakukan tahun 2016 lalu ini belum signifikan mendapat dukungan.

"Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungannya, tetangganya. Kami ingin galakkan lagi gerakan kepedulian anak hingga di kampung-kampung," katanya.

Yang terpenting sekarang, orang tua dan masyarakat harus mengajarkan anak untuk kuat dari godaan. Supaya anak bisa bertahan, mampu mengatakan tidak pada pemberian orang lain, mampu mengatakan tidak pada pornografi.

"Peluk anak Anda bisikkan pada anak apa yang menyenangkan dan tidak menyenangan anak hari ini. Jangan menyebarkan foto anak-anak di media sosial. Jangan berikan gadget juga pada anak. Keluarga harus jadi garda terdepan perlindungan anak," katanya. (bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.