KELANA KOTA

Soal Paham Keagamaan, Menag Minta Umat Tidak Hanya Melihat Satu Sudut Pandang

Laporan Bruriy Susanto | Sabtu, 18 Maret 2017 | 16:35 WIB
Lukman Hakim, di sela acara wisuda ke-78 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/3/2017). Foto: Bruriy suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama (Menag) meminta umat Islam di Indonesia menggunakan sudut pandang kebudayaan dalam melihat perbedaan pemahaman keagamaan.

Perbedaan itu sudah ada sejak dulu dan memiliki latar belakang sendiri-sendiri. Seperti, perbedaan pendapat dalam melindungi harkat dan martabat seorang perempuan.

"Semua ulama dan umat Islam di Indonesia itu sepakat, perempuan itu harus dilindungi, dijaga harkat dan martabatnya," kata Lukman Hakim, di sela acara wisuda ke-78 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/3/2017).

Mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 tersebut mencontohkan, seperti yang terjadi di negara jazirah Arab. Seorang perempuan dilarang mengemudi mobil, itu bukan menjadi diskriminatif, tapi merupakan cara ulama di sana untuk melindungi perempuan.

Berbeda dengan ulama di Indonesia, perempuan bisa dan diperbolehkan mengemudi, menjadi seorang hakim, termasuk hakim Pengadilan Agama.

"Sekarang ini diperlukan kearifan kita. Jangan, kemudian disikapi dengan saling menyalahkan, saling dianggap dirinya paling benar satu sama lain, jadi diperlukan kearifan," ujar mantan Kepala Program Kajian Lakpesdam NU periode 1989-1995.(bry/iss/fik)
Editor: Fatkhurohman Taufik



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA