KELANA KOTA

Pengamat: Parkir Zona Butuh Pendukung Transportasi Massal

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 20 Maret 2017 | 09:40 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Machsus Fauzi Pakar Transportasi dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) mengatakan, penerapan parkir zona memang termasuk salah satu instrumen mengurangi kemacetan di zona tertentu. Tapi, secara efektifitas penerapannya butuh evaluasi serius.

"Sebagai sebuah pendekatan alternatif sah-sah saja, karena itu alternatif yang bisa diupayakan," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Senin (20/3/2017).

Machsus mengatakan, jika tarif parkir zona ini selisihnya rendah maka tingkat signifikansinya juga akan rendah. Misalnya kalau hanya selisih Rp2000 dengan parkir biasa maka tidak akan signifikan.

"Kalau naiknya 10 kali lipat misalnya sampai Rp30 ribu hasilnya akan lain," katanya.

Semangat program ini sesungguhnya mengurangi tempat parkir di badan jalan. Dengan adanya program ini, mestinya Pemkot harus membuat rencana strategis kedepan agar Surabaya bebas parkir tepi jalan.

"Zona parkir disediakan menjadi salah satu langkah awal Surabaya menjadi bebas parkir tepi jalan. Ini semua juga harus dikaitkan kebijakan angkutan cepat," katanya.

Menurut Machsus, instrumen pendukung penerapan kebijakan parkir zona harus disipakan. Misalnya, tentang regulasi penambahan angkutan umum dan angkutan massal cepat (AMC). (bid/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA