KELANA KOTA

Pakde Karwo Temui Pengemudi Angkot di Dalam Grahadi

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 20 Maret 2017 | 19:47 WIB
Soekarwo Gubernur Jawa Timur. Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sekitar 300 orang perwakilan komunitas angkutan kota, Serikat Pekerja Transportasi Indonesia dan pengemudi konvensional berdialog dengan Gubernur Jawa Timur di gedung negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (20/3/2017) malam.

Kombes Pol Mohammad Iqbal Kapolrestabes Surabaya mengatakan, perwakilan pengemudi angkutan kota tersebut akan diterima langsung oleh Soekarwo Gubernur Jawa Timur di dalam Grahadi di ruangan menerima tamu negara.

"Garis besar tuntutan mereka soal regulasi. Mereka sadar teknologi tidak bisa lagi dibendung. Pasarnya mereka semakin hari semakin habis. Transportasi online kan makin diminati. Sedangkan angkot konvensional ini kan ada regulasinya, tarif atas-bawah, dan lain sebagainya," katanya kepada Radio Suara Surabaya, Senin malam.

Menurut Kapolrestabes, pertemuan ini adalah niat baik dari pengemudi angkutan kota untuk mencari solusi terbaik bagi tantangan yang tengah mereka hadapi di era teknologi informasi.

"Mereka memang mau berjuang, tapi tidak mau merugikan masyarakat, khususnya pengguna jalan. Akhirnya demo, turun ke jalan yang menimbulkan macet, dibatalkan," kata dia.

Menurut Kapolrestabes, perwakilan pengemudi juga memasang spanduk bertuliskan kata-kata yang baik di mobil angkutan kota yang mereka kendarai. "Iki Suroboyo, Rek! Duduk (Ini Surabaya, Rek! Bukan, red) kota-kota lain. Penyampaian di muka umum harus adem ayem," ujar Kapolrestabes membacakan isi salah satu spanduk.(iss/ipg)

Teks Foto:
-. Mobil angkutan kota parkir di dalam pelataran gedung negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (20/3/2017) malam.
Foto: Taufik suarasurabaya.net
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA