KELANA KOTA

Penggosok Batu Akik Racik Parfum AXE Palsu

Laporan Denza Perdana | Senin, 20 Maret 2017 | 21:02 WIB
AKBP Shinto Silitonga Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya dan Kompol Lily Djafar Kasubag Humas Polrestabes menggelar barang bukti parfum dan tersangka peracik parfum AXE palsu, Senin (20/3/2017). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Sjamsu Rizal alias Rizal bin Hasan (47) warga Jalan Pogot Lama, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya yang sehari-hari bekerja sebagai penggosok batu akik akhirnya tertangkap juga.

Mungkin karena usaha batu akiknya yang makin sepi, dia menempuh jalan lain mencari keuntungan dengan meracik dan menjual parfum palsu yang tidak sesuai standar kesehatan.

Sabtu (18/3/2017) dini hari lalu, Muryatmo bin Parijo (43) partner in crime-nya, melakukan perjalanan dinas mendistribusikan parfum merek AXE buatan tangan Rizal ke pasaran.

Di kawasan MERR Jalan Ir Dr Soekarno, sekitar pukul 02.00 WIB, polisi menghentikan laju sepeda motornya.

Aiptu M Kasum anggota Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya yang sedang berpatroli mencurigai tas hitam yang dibawa oleh Muryatmo.

Benar saja, ketika diperiksa, tas itu ternyata berisi 77 botol parfum AXE terbungkus plastik, lengkap banderolnya.

Setelah proses interogasi, pria penjual sinom dan beras kencur yang tinggal di Jalan Medokan Timur itu pun mengaku. Parfum itu buatan Rizal.

Berdasarkan keterangan dia, polisi melacak dan menangkap Rizal sebagai tersangka produsen dan pengedar sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar.

Tindakan Rizal ini disangka dapat mengakibatkan konsumennya tertipu atas barang yang dia jual.

Rizal membeberkan proses pembuatan parfum itu. Dengan modal yang sangat murah, dia membeli bibit parfum di sebuah toko parfum di Jalan Panggung.

Harga bibit itu antara Rp500 sampai Rp1.000 per cubic centimeter (cc). Beberapa cc bibit parfum itu dia campur dengan ethanol (alkohol) yang harganya juga tergolong murah, Rp8.500 per liter.

Untuk menyempurnakan parfum itu, dia mencampur kedua bahan tersebut dengan gas korek api merek Lubinhot yang dia beli di toko yang sama dia membeli bibit parfum.

Tinggal mengemasnya. Karena kemasan inilah, Rizal juga disangkakan dengan pasal Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2009 tentang Perlindungan Konsumen.

Rizal mendapatkan suplai botol parfum AXE bekas dari HUR, seorang pengumpul barang bekas di kawasan markas PMK Pasar Turi.

Harga kemasan bekas per botolnya Rizal beli hanya Rp2 ribu saja. Karena itulah, dalam sebulan dia bisa meraup keuntungan yang cukup banyak dari hasil penjualan parfum palsu ini.

AKBP Shinto Silitonga Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, kepada polisi tersangka mengaku telah membuat dan memasarkan parfum palsu itu selama dua bulan.

"Setiap bulannya keuntungan tersangka berkisar antara Rp2,6 juta sampai 6,4 juta," katanya di Mapolrestabes Surabaya, Senin (20/3/2017).

Kedua tersangka dijerat oleh penyidik dengan pasal di dalam Undang-Undang (UU) 36/2009 tentang Kesehatan, UU 8/2009 tentang Perlindungan Konsumen, serta pasal 56 KUH Pidana dengan ancaman 15 tahun penjara.(den/ipg)

Teks Foto:
- Botol parfum AXE yang berisi parfum buatan tangan Sjamsu Rizal.
Foto: Istimewa
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.