KELANA KOTA

Pemerintah Tidak Mungkin Menutup Pabrik Semen Rembang

Laporan Jose Asmanu | Senin, 20 Maret 2017 | 21:59 WIB
Aksi petani Rembang yang menolak beroperasinya pabrik Semen Indonesia Rembang. Foto: Jose suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan, mengatakan pemerintah tidak mungkin menutup pabrik Semen Indonesia Rembang, yang sudah siap beroperasi.

Namun, pemerintah tetap memperhatikan keberatan pihak aktivis lingkungan dan sebagian petani yang menolak beroperasinya pabrik semen berkapasitas tiga juta ton pertahun tersebut

Teten menggunakan istilah sebagian petani Rembang, karena faktanya banyak petani yang mendukung berdirinya pabrik Semen Rembang.

Teten mengaku dalam sehari ini menerima dua perwakilan petani Rembang yang menolak dan mendukung beroperasinya pabrik semen milik BUMN.

Menghadapi pro dan kontra ini pemerintah akan memperhatikan kemanfaatannya bagi masyarakat luas, terkait dengan upaya peningkatan taraf hidup petani Rembang khususnya dan seluruh masyarakat umumnya.

Sebab dengan adanya pabrik semen tersebut perekomian masyarakat akan bergerak dan hidup. "Aspek ini tidak boleh dikepingkan," kata Teten, saat meninggalkan kantornya di Bina Graha, komplek Istana Negara, Senin (20/3/2017) malam.

Bagi kelompok petani yang menolak pendirian pabrik semen, diminta tidak menggunakan jurus atau dalil pokoke ditolak.

"Kalau ada yang kurang, win win solution-nya bagaimana. Dialogkan dengan baik, demi kemaslahatan masyarakat banyak," pesan Teten.

Menurut Teten, hasil pertemuannya dengan petani Rembang baik yang menolak dan yang mendukung akan disampaikan kepada presiden dan Menteri BUMN.

Pihaknya hanya akan menampung aspirasi masyarakat. Keputusan akhir tetap di tangan presiden, setelah menerima masukan dari menteri terkait.

"Repot kalau di satu sisi pemerintah menggalakkan investasi, tapi disisi lain ada yang ngerecoki," kata Teten Masduki seraya mengajak semua pihak berpikir jernih jangan terjebak pemikiran sesaat.

Senin sore kemarin dua kelompok petani yang menolak dan mendukung, netunjuk rasa di depan Istana merdeka. Dua kelompok pengunjuk rasa saling berhadapan.

Berkat kesigapan aparat kepolisian, bentrokan dapat dihindari. Masing-masing mengirimkan perwakilan dan diterima oleh Teten.(jos/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA