KELANA KOTA

Pentas Listen to Me Protes Sosok Perempuan Konco Wingking

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 19 April 2017 | 18:03 WIB
ilustrasi
suarasurabaya.net - Perempuan. Sosok yang di era tahun 1900-an masih saja direndahkan oleh kaum pria. Tidak mendapatkan hak pendidikan setinggi-tinggi dan hanya diberi kesempatan menjadi konco wingking bagi pria.

Berkat Kartini maka perempuan kini bebas mengekspresikan dirinya. Dan menjelang hari Kartini, seorang Kartini muda akan berkarya melalui teater bertajuk Listen To Me yang akan tayang perdana pada Kamis (20/4/2017) di Petra Little Theatre (PLT) Gedung B lantai 2 UK Petra Surabaya.

Naskah drama original ditulis Febyola Linando, alumni Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra Surabaya.

"Pementasan kali ini, melibatkan banyak perempuan. Mulai dari penulis, sutradara hingga stage manager-nya. Juga melibatkan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dan Program ECI UK Petra angkatan 2013-2016," kata Stefanny Irawan, S.S., M.A., Managing Director PLT UK Petra.

Mengapa memilih teater?? Karena teater mampu menyoroti sekaligus membedah sebuah isu hingga mendalam. "Juga mengajak penonton berpikir kritis dan membuka ruang dialog atas persoalan yang diangkat dipentas," kata Stefanny.

Pembuatan naskah sendiri sudah dilakukan sejak Oktober 2016 yang lalu dan sejak Februari 2017 telah dimulai proses latihan setelah sebelumnya diadakan casting bagi masing-masing pemain yang memerankan tokoh dalam naskah.

Pementasan Petra Little Theatre (PLT) kali ini akan menceritakan mengenai isu hubungan orang tua dan anaknya, khususnya dinamika proses pembuatan keputusan dalam menentukan masa depan bagi sang anak.

"Permasalahan ini sangat sering terjadi didalam kehidupan, dan lingkungan sekitar saya, bahkan hal sederhana saja menentukan sekolah sajapun orang tua masih memaksakan kehendaknya. Sesuatu yang sederhana tapi perlu di bahas," ungkap Feby penulis naskah.

Cerita ini mengisahkan sebuah keluarga Tionghoa Surabaya yang kaya dengan empat orang anak. Keempat anak ini mempunyai karakter yang berbeda. Anak pertama dan keempat cenderung sangat penurut pada orang tua sedangkan anak kedua dan ketiga sangat ekspresif dan menentang.

Konflik terbangun sejak awal layar pentas dibuka, dan tentunya dikemas dalam Bahasa Inggris oleh masing-masing pelakon. Kamis (20/4/2017) adalah pementasan khusus untuk mahasiswa, sedangkan pentas selanjutnya pada 26 April sampai 29 April 2017 adalah pementasan untuk umum.(tok)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko