KELANA KOTA

Satu Lagi Aset Pemkot Surabaya yang Terancam Lepas

Laporan Denza Perdana | Jumat, 21 April 2017 | 21:16 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di ruang kerjanya, Jumat (21/4/2017). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya menyatakan, ada satu lagi aset Pemkot Surabaya yang sedang diperjuangkan agar tidak lepas. Tanah tempat berdiri bangunan SDN Ketabang I, di Jalan Ambengan Nomor 29, Kecamatan Genteng, Surabaya.

"Kami punya buktinya. Kami ada buku siswa tahun 1948. Dulu namanya Sekolah Rakyat (SR). Terkenal itu, ada beberapa tokoh sekolah di situ," ujar Risma di ruang kerjanya, Jumat (21/4/2017).

Tapi seiring berjalannya waktu, ada Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang terbit pada 1972 atas nama Vereeniging Gereformeerd Onderwijs, atau Perkumpulan Perhimpunan Pendidikan dan Pengadjaran Kristen (PPK) Petrus.

SHGB ini berlaku 20 tahun, berakhir pada 19 Agustus 2012. Namun, perwakilan PPK Petrus, yang sempat melakukan pengalihan dengan akad jual beli, meminta perpanjangan.

Permohonan ini ditolak oleh Kantor Pertanahan Surabaya II. Perwakilan PPK Petrus tetap mengajukan permohonan perpanjangan dengan surat kedua pada 22 Maret 2012 silam.

Surat kedua ini tidak ditanggapi Kantor Pertanahan Surbaya (BPN) II selama empat bulan dan mengarahkan pemohon untuk meminta izin ke Pemkot Surabaya.

Karena itu, perwakilan PPK Petrus menggugat BPN II dan Pemkot Surabaya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya pada 2012 lalu. Saat itu BPN dan Pemkot kalah.

Pemkot melakukan banding pada 2013 dan menang. Pemkot juga memenangkan kasasi. Tapi pada 2015 lalu, saat perwakilan PPK Petrus mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan, Pemkot kalah lagi.

"Sudah kami ajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Surabaya sejak 2016. Kami masih upayakan supaya menang," kata Risma.

Risma mengatakan, perjuangan mempertahankan aset Pemkot Surabaya sudah mencapai titik terang. Pengadilan Negeri Surabaya menolak gugatan pengelola Marvel City atas Jalan Upa Jiwa.

"Tadi pak Kejari sudah ke sini, aset PDAM sedang kami kaji, dan waduk Wiyung sudah mulai gerak. Insya Allah (waduk Wiyung) bisa kembali," katanya.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA