KELANA KOTA

Jamaah Umrah Ancam Duduki Kantor First Travel

Laporan Jose Asmanu | Jumat, 19 Mei 2017 | 16:16 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Beberapa orang perwakilan calon jamaah umrah mendatangi kantor First Travel di Gedung GKM Green Tower, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017).

Jamaah menuntut tanggung jawab dan kejelasan dari agen perjalanan umrah tersebut lantaran sudah satu minggu tertahan di Cengkareng, tapi hingga saat ini belum ada kepastian kapan diberangkatkan.

Sampai saat ini juga belum ada seorang pimpinan yang menemui puluhan calon jamaah umrah asal Jawa Timur tetsebut. Seorang wakil dari perusahaan mengatakan pimpinan sedang berada di luar kota.

Agus Sudarman, calon jamaah asal Sidoarjo, melalui sambungan telepon mengatakan sebelumnya telah dijanjikan oleh pihak First Travel untuk segera diberangkatkan umrah. Bahkan ada surat pernyataan antara First Travel yang diwakili oleh seorang bernama Deski kepada calon jemaah.

"Jamaah disuruh tambah Rp2,5 juta, katanya untuk carter pesawat. Tapi setiap ditanyakan kapan berangkat tidak dijawab," katanya.

Sebelumnya First Travel membuat surat pernyataan yang ditandatangani Deski mewakili Travel bahwa jamaah akan diberangkatkan tanggal 18 Mei. Namun cuma 45 orang yang berangkat. Itupun sebagian jamaahnya dari Mabes Polri. Sedangkan yang belum berangkat ratusan," kata Agus.

Jamaah mengaku benar-benar dibuat kesal dan dirugikan karena komunikasi dengan First Travel sulit, dan hanya ditemui Satpam. "Kita ini rugi pikiran, beban moril. Kalau ada masalah di internal First Travel, itu bukan urusan kita. Kemarin disuruh nambah bayar Rp2,5 juta untuk carter pesawat, sudah kami bayar. Kita ingin kepastian kapan mau berangkat," kata Agus.

Hingga saat ini para calon jemaah umrah tersebut masih menunggu di kantor First Travel untuk menanti kepastian pemberangkatan. Beberapa jamaah mulai kehilangan kesabarannya mengacam akan menduduki kantor First Travel di Jakarta Selatan ini.

Jamaah semakin curiga kalau dibohongi setelah pihak First Travel melarang jamaah berkomunikasi dengan wartawan.

Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama menegaskan, First Travel harus bertanggungjawab terhadap ratusan jamaah umrah asal Jawa Timur yang tertunda keberangkatannya.

Ini bukan kali pertama First Travel mengecewakan jamaahnya. Pada April 2017, ratusaan jamaah umrah, juga tertunda keberangkatannya sampai beberapa hari.

Dalam pesan tertulisnya, Menteri Agama akan meminta Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementrian Agama, untuk menertibkan travel penyelenggara haji dan umrah yang merugikan jamaah.

"Travel haji dan umrah yang bermasalah dan tidak bisa diperbaki, izinnya akan dicabut," kata Menteri Agama.(jos/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Doa untuk Orang yang Buang...
Agus Bakrie Sudharnoko