KELANA KOTA

TNI Harus Antisipasi Perubahan Dunia

Laporan Jose Asmanu | Jumat, 19 Mei 2017 | 18:56 WIB
Joko Widodo Presiden di hadapan sekitar 1.500 prajurit TNI di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017). Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden merasa bangga melihat soliditas yang ditunjukkan para prajurit TNI dalam Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, 19 Mei 2017. Hal tersebut ia sampaikan di hadapan sekitar 1.500 prajurit TNI setelah menunaikan salat Jumat dan santap siang bersama di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

"Di darat kita lihat, di laut bisa kita lihat, di udara juga bisa kita lihat betapa sangat terintegrasinya, terpadunya kerja sama di antara darat, laut, dan udara sehingga bisa memenangkan pertarungan di akhir," kata Presiden.

Namun, Presiden berpesan kepada seluruh prajurit TNI untuk tidak berpuas diri. Sebab masih banyak hal yang dinilai perlu diperbaiki dan dibenahi.

"Terutama di bidang Alutsista kita yang mau tidak mau harus diikuti karena teknologi yang perubahannya begitu cepat. Itulah yang harus kita ikuti," ujarnya.

Presiden menceritakan bagaimana teknologi berkembang begitu cepatnya. Menurutnya, saat sebagian orang masih mempelajari teknologi internet, sudah muncul di belahan dunia lainnya mobile internet. Tak berhenti sampai di situ, muncul lagi lompatan teknologi lainnya yang sedemikian cepat.

"Mobile internet kita baru melihat dan kita pelajari, sudah muncul lagi yang berikutnya, artificial intelligence, mesin cerdas yang ini juga harus kita ikuti," ia menambahkan.

Perubahan-perubahan teknologi seperti itulah yang selalu harus diantisipasi. Dirinya tentu tidak menginginkan TNI tertinggal dalam hal penguasaan teknologi dengan negara lainnya.

"Jangan sampai kita ditinggal oleh negara yang lain karena penguaasan teknologi kita yang terlambat," kata Presiden.

Oleh karenanya, Kepala Negara percaya bahwa saat ini bukan lagi yang kuat mengalahkan yang lemah. Bukan pula negara besar mengalahkan negara yang kecil.

"Ke depan coba kita lihat, nantinya yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Siapa yang cepat dalam hal apa pun akan dapat mengalahkan yang lambat. Negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat," ia menegaskan.

Hal tersebut juga berlaku di lingkungan TNI. Sekali lagi ia menekankan bahwa TNI harus mampu melihat dan beradaptasi terhadap segala perkembangan zaman.

"Di lingkup TNI, Tentara Nasional Indonesia, kita juga harus melihat, memahami, mempelajari (perubahan) itu, setiap saat, baik detik, menit, hari maupun minggu," ucapnya.

Turut hadir mendampingi Presiden Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan, Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Laksamana TNI Ade Supandi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), dan Jenderal TNI Mulyono Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).(jos/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA