KELANA KOTA

KPK Tetapkan Empat Tersangka dalam Korupsi Mojokerto

Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 17 Juni 2017 | 19:27 WIB
KPK menunjukkan barang bukti perkara korupsi Kota Mojokerto, Sabtu (17/6/2017). Foto : Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan empat orang sebagai tersangka korupsi, dari enam orang yang dinihari tadi terjaring operasi tangkap tangan di Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Tiga orang tersangka adalah Purnomo Ketua DPRD Kota Mojokerto, Abdullah Fanani dan Umar Faruq Wakil Ketua DPRD Mojokerto. Mereka diduga sebagai penerima suap.

Sedangkan seorang tersangka lagi adalah Wiwiet Febryanto Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mojokerto, yang diduga sebagai pemberi suap.

Sementara itu, dua orang lagi yang diduga berperan sebagai perantara, untuk sementara masih berstatus saksi.

Menurut keterangan Basaria Pandjaitan Wakil Ketua KPK, suap itu terkait pengalihan anggaran Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017.

Anggaran sebesar Rp13 miliar itu sebelumnya untuk pengadaan program penataan lingkungan yang kemudian dibatalkan.

Lalu, terjadi negosiasi antara pihak Dinas PUPR Mojokerto dengan Pimpinan DPRD Mojokerto untuk mengalihkan anggaran itu, dan tercapai commitment fee untuk DPRD senilai Rp500 juta.

Dari OTT itu, KPK menyita uang senilai Rp470 juta. Diduga, Rp300 juta adalah bagian dari commitment fee pengalihan anggaran, dan Rp170 juta adalah setoran tiga bulanan buat Pimpinan DPRD Mojokerto.

"Sesudah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dan melakukan gelar perkara, KPK menetapkan empat orang tersangka penerima suap, yaitu PNO (Purnomo) Ketua DPRD Mojokerto, AF (Abdullah Fanani) dan UF (Umar Faruq) Wakil Ketua DPRD Mojokerto. Seorang lagi adalah WF (Wiwiet Febryanto) Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mojokerto sebagai pemberi suap," kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (17/6/2017).

Sampai sekarang, keenam orang yang terjaring OTT di Mojokerto masih menjalani pemeriksaan di Kantor KPK.

Sekadar diketahui, dengan adanya kegiatan penindakan di Mojokerto, KPK sudah empat kali menggelar OTT dalam dua bulan terakhir.

Sebelumnya, KPK menangkap oknum pejabat Kementerian Desa PDTT yang diduga menyuap dua oknum Auditor BPK pada (26/5/2017).

Kemudian penangkapan oknum Anggota DPRD Jawa Timur yang diduga menerima suap dari sejumlah kepala dinas pada Senin (5/6/2017), dan OTT oknum Jaksa di Bengkulu, Jumat (9/6/2017). (rid/fik)
Editor: Fatkhurohman Taufik



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.